tipe data pointer tersebut seperti Pchar,PString,PInt64,
Pextended, PInt dan lain sebagainya.
Type
Pinteger=^Integer;
Pextended=^Extended;
Pchar=^Char;
Contoh di atas adalah pointer yang bertipe. Untuk pointer yang tidak bertipe(untyped pointer) anda cukup menggunakan kata “Pointer” saja
Rabu, 28 Oktober 2009
syarat membuat pointer
Abstract C Machine":
yaitu model mesin abstrak dimana program C bekerja. Abstract C Machine adalah mesin abstrak dimana mesin tersebut memiliki prosesor untuk menginterpretasikan stream of instruction, dan addressable memory yang terbagi kedalam 3 bagian : automatic memory, static memory dan free memory. Addressable memory adalah memory yang konten-nya dapat diambil jika diketahui alamatnya. Lebih jauh lagi, terdapat asumsi bahwa konten memori dapat di ambil dengan waktu konstan, tidak peduli berapa nilai alamat.Hal ini disebut dengan Random Access Memory.
ITERATOR :
Nama iterator diambil dari STL, dan iterator di STL adalah abstraksi dari pointer. Yang menakjubkan adalah konsep iterator, yang digeneralisasi dari pointer, adalah konsep yang cukup powerful untuk merepresentasikan semua algoritma yang bekerja untuk linear container ( linear container adalah semua container yang memiliki iterator yang menunjuk pada elemen pertama, memiliki iterator yang menunjuk pada elemen one-past-end, dan semua elemen dapat dicapai dengan melakukan operasi incremen dari iterator penunjuk elemen pertama sebanyak yang diperlukan. Contoh linear container adalah array, vector, linked - list, dan deque. contoh yang bukan linear container adalah graph dan forest.).
yaitu model mesin abstrak dimana program C bekerja. Abstract C Machine adalah mesin abstrak dimana mesin tersebut memiliki prosesor untuk menginterpretasikan stream of instruction, dan addressable memory yang terbagi kedalam 3 bagian : automatic memory, static memory dan free memory. Addressable memory adalah memory yang konten-nya dapat diambil jika diketahui alamatnya. Lebih jauh lagi, terdapat asumsi bahwa konten memori dapat di ambil dengan waktu konstan, tidak peduli berapa nilai alamat.Hal ini disebut dengan Random Access Memory.
ITERATOR :
Nama iterator diambil dari STL, dan iterator di STL adalah abstraksi dari pointer. Yang menakjubkan adalah konsep iterator, yang digeneralisasi dari pointer, adalah konsep yang cukup powerful untuk merepresentasikan semua algoritma yang bekerja untuk linear container ( linear container adalah semua container yang memiliki iterator yang menunjuk pada elemen pertama, memiliki iterator yang menunjuk pada elemen one-past-end, dan semua elemen dapat dicapai dengan melakukan operasi incremen dari iterator penunjuk elemen pertama sebanyak yang diperlukan. Contoh linear container adalah array, vector, linked - list, dan deque. contoh yang bukan linear container adalah graph dan forest.).
--- Penggunaan Awal Pointer
Jika variabel merupakan isi memori, dan untuk mengakses isi memori tersebut diperlukan address, lalu bagaimana cara kita mengetahui alamat dari suatu variabel ? Jawabannya adalah : untuk kebanyakan kasus kita sama sekali tidak perlu tahu alamat dari sebuah variabel. Untuk mengakses sebuah variabel kita hanya perlu nama dari variabel tersebut. Tugas kompiler lah yang mentranslasikan nama ke alamat mesin yang diperlukan oleh komputer.
Akan tetapi terdapat beberapa kasus dimana kita tidak mungkin memberi nama pada sebuah entitas di program kita. Hal ini terjadi terutama saat kita menggunakan data struktur dinamis seperti linked list, resizeable array, tree dan lain sebagainya. Hal ini karena kita tidak mungkin memberi nama terhadap entitas yang mungkin ada atau tidak ada. Struktur seperti linked list hampir mustahil dibuat tanpa pointer tanpa harus mendefinisikan LISP-like list.
Inilah awal mula penggunaan pointer sebagai moniker. Istilah moniker di sini berarti sesuatu yang menunjuk atau mengacu kepada entitas lain. Istilah moniker ini bukanlah istilah standard dan lazim , tetapi sesuatu yang saya pilih impromptu untuk membedakan dengan pointer atau reference yang sudah memiliki arti tersendiri.
Penggunaan lain pointer sebagai moniker adalah untuk mengatasi kelemahan bahasa C awal : Dahulu fungsi - fungsi di C hanya mengerti pass by value. Pointer digunakan untuk mengemulasi pass by reference karena pointer berisi alamat ke objek lain, sehingga fungsi tersebut dapat mengubah objek tersebut dengan memanipulasi pointer
Akan tetapi terdapat beberapa kasus dimana kita tidak mungkin memberi nama pada sebuah entitas di program kita. Hal ini terjadi terutama saat kita menggunakan data struktur dinamis seperti linked list, resizeable array, tree dan lain sebagainya. Hal ini karena kita tidak mungkin memberi nama terhadap entitas yang mungkin ada atau tidak ada. Struktur seperti linked list hampir mustahil dibuat tanpa pointer tanpa harus mendefinisikan LISP-like list.
Inilah awal mula penggunaan pointer sebagai moniker. Istilah moniker di sini berarti sesuatu yang menunjuk atau mengacu kepada entitas lain. Istilah moniker ini bukanlah istilah standard dan lazim , tetapi sesuatu yang saya pilih impromptu untuk membedakan dengan pointer atau reference yang sudah memiliki arti tersendiri.
Penggunaan lain pointer sebagai moniker adalah untuk mengatasi kelemahan bahasa C awal : Dahulu fungsi - fungsi di C hanya mengerti pass by value. Pointer digunakan untuk mengemulasi pass by reference karena pointer berisi alamat ke objek lain, sehingga fungsi tersebut dapat mengubah objek tersebut dengan memanipulasi pointer
Penggunaan Function Pointer
pada contoh ini akan diperlihatkan contoh penggunakan function pointer untuk membuat sebuah mekanisme callback, pada contoh ini kita membuat sebuah fungsi pembagi dengan op1/op2, dimana kita harus mencegah op2=0
int bagi(int op1,int op2,bool (*fpTest)(int op1,int op2))
{
if(fpTest != NULL)
{
if(fpTest(op1,op2) == false)return -1;
}
return op1/op2;
}
bool Verifier(int op1,int op2)
{
if(op2==0)
{
printf("\nerror:Operand2 berisi 0 mengakibatkan division by zero");
return false;
}
if(op1 < op2)
{
printf("\nwarning:Operand1 < Operand2");
return true;
}
else return true;
}
int main(void)
{
printf("a) hasil 4/2 = %d",bagi(4,2,Verifier));
printf("b) hasil 4/0 = %d",bagi(4,0,Verifier));
printf("c) hasil 2/4 = %d",bagi(2,4,Verifier));
printf("d) hasil 2/4 = %d",bagi(2,4,NULL));
}
pada contoh diatas fungsi Verifier dikirimkan melalui argument dari fungsi bagi untuk digunakan sebagai verifier operand sebelum dilakukan operasi pembagian.
Bila operand dari operasi pembagian tidak valid maka fungsi verifier memberikan pesan dan me-return false agar fungsi bagi tidak melanjutkan operasi pembagian
int bagi(int op1,int op2,bool (*fpTest)(int op1,int op2))
{
if(fpTest != NULL)
{
if(fpTest(op1,op2) == false)return -1;
}
return op1/op2;
}
bool Verifier(int op1,int op2)
{
if(op2==0)
{
printf("\nerror:Operand2 berisi 0 mengakibatkan division by zero");
return false;
}
if(op1 < op2)
{
printf("\nwarning:Operand1 < Operand2");
return true;
}
else return true;
}
int main(void)
{
printf("a) hasil 4/2 = %d",bagi(4,2,Verifier));
printf("b) hasil 4/0 = %d",bagi(4,0,Verifier));
printf("c) hasil 2/4 = %d",bagi(2,4,Verifier));
printf("d) hasil 2/4 = %d",bagi(2,4,NULL));
}
pada contoh diatas fungsi Verifier dikirimkan melalui argument dari fungsi bagi untuk digunakan sebagai verifier operand sebelum dilakukan operasi pembagian.
Bila operand dari operasi pembagian tidak valid maka fungsi verifier memberikan pesan dan me-return false agar fungsi bagi tidak melanjutkan operasi pembagian
Function Pointer Basic
Kegunaan pointer yang utama adalah untuk menyimpan alamat memori dari sebuah variabel (data type atau object dari class). Selain menyimpan alamat dari variabel, pointer juga dapat digunakan untuk menyimpan alamat dari sebuah fungsi (function pointer).
Function pointer telah digunakan sejak dikenalkannya bahasa C,dan banyak digunakan untuk sebuah fungsi callback atau untuk meningkatkan readability dari sebuah code
Anda dapat memperlakukan function pointer seperti pointer biasa (pointer ke datatype/object), anda dapat menyimpan,mengirimkan, merubah address, atau meng-evaluasi address dari pointer ke fungsi ini dengan sifat tambahan anda dapat memanggil fungsi yang ditunjuk oleh function pointer.
Function pointer telah digunakan sejak dikenalkannya bahasa C,dan banyak digunakan untuk sebuah fungsi callback atau untuk meningkatkan readability dari sebuah code
Anda dapat memperlakukan function pointer seperti pointer biasa (pointer ke datatype/object), anda dapat menyimpan,mengirimkan, merubah address, atau meng-evaluasi address dari pointer ke fungsi ini dengan sifat tambahan anda dapat memanggil fungsi yang ditunjuk oleh function pointer.
artikel tentang pointer c++
Artikel Dan Contoh Program. Pointer C++
Pointer
1 PENGERTIAN POINTER
Pointer (variabel penunjuk) adalah suatu variabel yang berisi alamat memori dari suatu variabel lain. Alamat ini merupakan lokasi dari obyek lain (biasanya variabel lain) di dalam memori. Contoh, jika sebuah variabel berisi alamat dari variabel lain, variabel pertama dikatakan menunjuk ke variabel kedua
Operator Pointer ada dua, yaitu :
? Operator &
1. Operator & bersifat unary (hanya memerlukan satu operand saja).
2. Operator & menghasilkan alamat dari operandnya.
? Operator *
1. Operator * bersifat unary (hanya memerlukan satu operand saja).
2. Operator * menghasilkan nilai yang berada pada sebuah alamat.
2 Inisialisasi String(cont.)
Contoh program array dimensi 2
/*Program :array.cpp*/
#include
Void printArray(int [] [3]);
Main() {
int matrik1[2] [3] ={ {1,2,2}, {4,5,6} },
matrik2[2] [3] ={ {1,2,3,4,5,} },
matrik3[2] [3] ={ {1,2}, {4} },
printArray(matrik1) ;
printArray(matrik2) ;
printArray(matrik3) ;
return 0;
}
Pointer : variabel yang berisi alamat memori
Bentuk Umum : Type *variable name;
Type adalah tipe dasar pointer
Variable name adalah nama variabel pointer
* adalah operator memori untuk mengembalikan nilai variabel pada alamatnya yang ditentukan oleh operand.
Contoh program pointer
//Program :pointer1. cpp
#include <'iostream.h'>
// cetak p dan *p
Void main(void)
{
int v = 7, *p;
p = &v;
cout << “Nilai v = “ << v << “ dan *p = “ << *p
<< “ \nAlamatnya = “ << p << ‘n’;
}
Hasil dari program adalah sebagai berikut :
Nilai v = 7 dan *p = 7
Alamatnya = efffb24
Operator Pointer
Ada beberapa operator yang digunakan dalam pointer yaitu operator alamat (&)
Contoh :
int y = 5;
int *yPtr;
Maka pernyataan
yPtr = &y;
Mengandung arti bahwa alamat dari variabel y ditujukan kepada variabel pointer yPtr.
Contoh program operator pointer :
//Program :pointer2. cpp
#include <'iostream.h'>
Int main()
{
int *ptr, num; // 1
ptr = # // 2
*ptr = 100; // 3
cout << num << “ “;
(*ptr)++; // 4
cout << num << “ “;
(*ptr)*2; // 5
cout << num << “\n “;
return 0;
}
• Operasi Aritmatika
? Suatu variabel pointer hanya dapat dilakukan operasi aritmatika dengan nilai integer saja. Operasi yang biasa dilakukan adalah operasi penambahan dan pengurangan. Operasi penambahan dengan suatu nilai menunjukkan lokasi data berikutnya (index selanjutnya) dalam memori. Begitu juga operasi pengurangan.
Contoh Program :
#include <'stdio.h'>
#include <'conio.h>
void main()
{ int nilai[3], *penunjuk;
clrscr();
nilai[0] = 125;
nilai[1] = 345;
nilai[2] = 750;
penunjuk = &nilai[0];
printf(�Nilai %i ada di alamat memori %p\n�, *penunjuk, penunjuk);
printf(�Nilai %i ada di alamat memori %p\n�, *(penunjuk+1), penunjuk+1);
printf(�Nilai %i ada di alamat memori %p\n�, *(penunjuk+2), penunjuk+2);
getch();
}
• Operasi Logika
? Suatu pointer juga dapat dikenai operasi logika.
Contoh Program :
#include <'stdio.h'>
#include <'conio.h'>
void main()
{ int a = 100, b = 200, *pa, *pb;
clrscr();
pa = &a;
pb = &b;
if(pa < pb)
printf(�pa menunjuk ke memori lebih rendah dari pb\n�);
if(pa == pb)
printf(�pa menunjuk ke memori yang sama dengan pb\n�);
if(pa > pb)
printf(�pa menunjuk ke memori lebih tinggi dari pb\n�);
getch();
}
4 POINTER DAN STRING
Contoh Program 1 :
#include <'stdio.h'>
#include <'conio.h'>
char *nama1 = �SPIDERMAN�;
char *nama2 = �GATOTKACA�;
void main()
{ char namax;
clrscr();
puts(�SEMULA :�);
printf(�Saya suka >> %s\n�, nama1);
printf(�Tapi saya juga suka >> %s\n�, nama2);
/* Penukaran string yang ditunjuk oleh pointer nama1 dan nama2 */
printf(�SEKARANG :�);
printf(�Saya suka >> %s\n�, nama1);
printf(�Dan saya juga masih suka >> %s\n�, nama2);
getch();
}
Contoh Program 2 :
#include
void misteri1(char *);
void main() {
char string[] = "characters";
printf("String sebelum proses adalah %s", string);
misteri1(string);
printf("String setelah proses adalah %s", string);
}
void misteri1(char *s) {
while ( *s != '\0' ) {
if ( *s >= 'a' && *s <= 'z' )
*s -= 32;
++s;
}
}
5 Array Pointer
Pointer dapat di-array seperti tipe data lain dalam C++ integer
contoh :
Int *pi[10];
Contoh Program array pointer
//Program :pointer6. cpp
#include
int main()
{
Int numbers[5];
Int *p;
p = numbers; *p = 10;
p++; *p =20;
p = &numbers[2]; *p = 30;
p = numbers + 3; *p = 40;
p = numbers; *(p+4) = 50;
for (int n=0; n<5; n++)
cout << numbers[n] << “, “;
return 0;
}
Output :
10, 20, 30, 40, 50,
Pointer
1 PENGERTIAN POINTER
Pointer (variabel penunjuk) adalah suatu variabel yang berisi alamat memori dari suatu variabel lain. Alamat ini merupakan lokasi dari obyek lain (biasanya variabel lain) di dalam memori. Contoh, jika sebuah variabel berisi alamat dari variabel lain, variabel pertama dikatakan menunjuk ke variabel kedua
Operator Pointer ada dua, yaitu :
? Operator &
1. Operator & bersifat unary (hanya memerlukan satu operand saja).
2. Operator & menghasilkan alamat dari operandnya.
? Operator *
1. Operator * bersifat unary (hanya memerlukan satu operand saja).
2. Operator * menghasilkan nilai yang berada pada sebuah alamat.
2 Inisialisasi String(cont.)
Contoh program array dimensi 2
/*Program :array.cpp*/
#include
Void printArray(int [] [3]);
Main() {
int matrik1[2] [3] ={ {1,2,2}, {4,5,6} },
matrik2[2] [3] ={ {1,2,3,4,5,} },
matrik3[2] [3] ={ {1,2}, {4} },
printArray(matrik1) ;
printArray(matrik2) ;
printArray(matrik3) ;
return 0;
}
Pointer : variabel yang berisi alamat memori
Bentuk Umum : Type *variable name;
Type adalah tipe dasar pointer
Variable name adalah nama variabel pointer
* adalah operator memori untuk mengembalikan nilai variabel pada alamatnya yang ditentukan oleh operand.
Contoh program pointer
//Program :pointer1. cpp
#include <'iostream.h'>
// cetak p dan *p
Void main(void)
{
int v = 7, *p;
p = &v;
cout << “Nilai v = “ << v << “ dan *p = “ << *p
<< “ \nAlamatnya = “ << p << ‘n’;
}
Hasil dari program adalah sebagai berikut :
Nilai v = 7 dan *p = 7
Alamatnya = efffb24
Operator Pointer
Ada beberapa operator yang digunakan dalam pointer yaitu operator alamat (&)
Contoh :
int y = 5;
int *yPtr;
Maka pernyataan
yPtr = &y;
Mengandung arti bahwa alamat dari variabel y ditujukan kepada variabel pointer yPtr.
Contoh program operator pointer :
//Program :pointer2. cpp
#include <'iostream.h'>
Int main()
{
int *ptr, num; // 1
ptr = # // 2
*ptr = 100; // 3
cout << num << “ “;
(*ptr)++; // 4
cout << num << “ “;
(*ptr)*2; // 5
cout << num << “\n “;
return 0;
}
• Operasi Aritmatika
? Suatu variabel pointer hanya dapat dilakukan operasi aritmatika dengan nilai integer saja. Operasi yang biasa dilakukan adalah operasi penambahan dan pengurangan. Operasi penambahan dengan suatu nilai menunjukkan lokasi data berikutnya (index selanjutnya) dalam memori. Begitu juga operasi pengurangan.
Contoh Program :
#include <'stdio.h'>
#include <'conio.h>
void main()
{ int nilai[3], *penunjuk;
clrscr();
nilai[0] = 125;
nilai[1] = 345;
nilai[2] = 750;
penunjuk = &nilai[0];
printf(�Nilai %i ada di alamat memori %p\n�, *penunjuk, penunjuk);
printf(�Nilai %i ada di alamat memori %p\n�, *(penunjuk+1), penunjuk+1);
printf(�Nilai %i ada di alamat memori %p\n�, *(penunjuk+2), penunjuk+2);
getch();
}
• Operasi Logika
? Suatu pointer juga dapat dikenai operasi logika.
Contoh Program :
#include <'stdio.h'>
#include <'conio.h'>
void main()
{ int a = 100, b = 200, *pa, *pb;
clrscr();
pa = &a;
pb = &b;
if(pa < pb)
printf(�pa menunjuk ke memori lebih rendah dari pb\n�);
if(pa == pb)
printf(�pa menunjuk ke memori yang sama dengan pb\n�);
if(pa > pb)
printf(�pa menunjuk ke memori lebih tinggi dari pb\n�);
getch();
}
4 POINTER DAN STRING
Contoh Program 1 :
#include <'stdio.h'>
#include <'conio.h'>
char *nama1 = �SPIDERMAN�;
char *nama2 = �GATOTKACA�;
void main()
{ char namax;
clrscr();
puts(�SEMULA :�);
printf(�Saya suka >> %s\n�, nama1);
printf(�Tapi saya juga suka >> %s\n�, nama2);
/* Penukaran string yang ditunjuk oleh pointer nama1 dan nama2 */
printf(�SEKARANG :�);
printf(�Saya suka >> %s\n�, nama1);
printf(�Dan saya juga masih suka >> %s\n�, nama2);
getch();
}
Contoh Program 2 :
#include
void misteri1(char *);
void main() {
char string[] = "characters";
printf("String sebelum proses adalah %s", string);
misteri1(string);
printf("String setelah proses adalah %s", string);
}
void misteri1(char *s) {
while ( *s != '\0' ) {
if ( *s >= 'a' && *s <= 'z' )
*s -= 32;
++s;
}
}
5 Array Pointer
Pointer dapat di-array seperti tipe data lain dalam C++ integer
contoh :
Int *pi[10];
Contoh Program array pointer
//Program :pointer6. cpp
#include
int main()
{
Int numbers[5];
Int *p;
p = numbers; *p = 10;
p++; *p =20;
p = &numbers[2]; *p = 30;
p = numbers + 3; *p = 40;
p = numbers; *(p+4) = 50;
for (int n=0; n<5; n++)
cout << numbers[n] << “, “;
return 0;
}
Output :
10, 20, 30, 40, 50,
Minggu, 11 Oktober 2009
berkenalan dengan c++
C++ adalah bahasa yang efisien dan yang mengandalkan lebih banyak operator dibandingkan bahasa lainnya.
Operator adalah karakter khusus yang membentuk suatu fungsi spesifik, seperti perkalian. Hal-hal yang benar-benar special adalah C++ merupakan bahasa pemrograman yang berorientasi objek.
C++ merupakan bahasa struktur yang memungkinkan program yang besar dibangun dari potongan2 kode yang lebih kecil dan mudah dipahami.
C++ merupakan bahasa yang ketat terhadap tipe. Artinya bahasa ini tidak secara otomatis mengubah angka2 menjadi kata atau sebaliknya.
C++ juga tidak memiliki pernyataan2 masukan (input) dan keluaran(output). Hal ini yang menyebabkan mengapa C++ tersedia pada sedemikian banyak computer, karena pernyataan2 I/O dari kebanyakan bahasa menjerat bahasa-bahasa yang bersangkutan spesifik terhadap hardware. Masukan dan keluaran C++ dibentuk melalui pemakaian operator dan pemanggilan fungsi. Setiap compiler C++ menyertakan pustaka fungsi-fungsi I/O standar.
1.1 Mengenal Editor Turbo C++
——————————
Sekilas Mengenai Editor Turbo C++
1.Untuk mengkompilasi Program, langkah-langkahnya sbb:
Klik menu Project
Pilih Submenu Compile
Enter
Atau dengan menekan Alt + F9
Akan ditampilkan hasil kompilasi Program, tekan sembarang tombol.
2.Untuk menjalankan program :
Klik menu Debug
Pilih Submenu Run dan tekan Enter
1.2Menu-menu dalam Turbo C++
—————————-
Tampilan Menu Editor Turbo C++
1.2Penulisan Program Turbo C++
——————————–
Program bahasa C tidak mengenal aturan penulisan di kolom tertentu, jadi bisa dimulai dari kolom manapun. Namun demikian, untuk mempermudah pembacaan program dan untuk keperluan dokumentasi, sebaiknya penulisan bahasa C diatur sedemikian rupa sehingga mudah dan enak dibaca.
Contoh 1
——–
//Nama File : Laitih1.cpp
//Cetaklah 20 bilangan ganjil pertama,kemudian bilangan genap
//Kemudian cetaklah juga dalam urutan terbalik
#include
void main ()
{
int bil; //variabel untuk mengontrol loop for
cout <<”Barisan 20 bilangan ganjil yang pertama :\n”;
for (bil = 1; bil < 40; bil += 2)
{ cout << bil << ‘ ‘ ;}
cout <<”\n\nBarisan 20 bilangan genap yang pertama :\n”;
for (bil = 2; bil < 40; bil +=2)
{ cout << bil << ‘ ‘ ;}
cout <= 1; bil-= 2)
{ cout << bil << ‘ ‘ ;}
cout <= 2; bil -=2)
{cout << bil << ‘ ‘ ;}
return;
}
hasil tampilan :
—————-
Operator adalah karakter khusus yang membentuk suatu fungsi spesifik, seperti perkalian. Hal-hal yang benar-benar special adalah C++ merupakan bahasa pemrograman yang berorientasi objek.
C++ merupakan bahasa struktur yang memungkinkan program yang besar dibangun dari potongan2 kode yang lebih kecil dan mudah dipahami.
C++ merupakan bahasa yang ketat terhadap tipe. Artinya bahasa ini tidak secara otomatis mengubah angka2 menjadi kata atau sebaliknya.
C++ juga tidak memiliki pernyataan2 masukan (input) dan keluaran(output). Hal ini yang menyebabkan mengapa C++ tersedia pada sedemikian banyak computer, karena pernyataan2 I/O dari kebanyakan bahasa menjerat bahasa-bahasa yang bersangkutan spesifik terhadap hardware. Masukan dan keluaran C++ dibentuk melalui pemakaian operator dan pemanggilan fungsi. Setiap compiler C++ menyertakan pustaka fungsi-fungsi I/O standar.
1.1 Mengenal Editor Turbo C++
——————————
Sekilas Mengenai Editor Turbo C++
1.Untuk mengkompilasi Program, langkah-langkahnya sbb:
Klik menu Project
Pilih Submenu Compile
Enter
Atau dengan menekan Alt + F9
Akan ditampilkan hasil kompilasi Program, tekan sembarang tombol.
2.Untuk menjalankan program :
Klik menu Debug
Pilih Submenu Run dan tekan Enter
1.2Menu-menu dalam Turbo C++
—————————-
Tampilan Menu Editor Turbo C++
1.2Penulisan Program Turbo C++
——————————–
Program bahasa C tidak mengenal aturan penulisan di kolom tertentu, jadi bisa dimulai dari kolom manapun. Namun demikian, untuk mempermudah pembacaan program dan untuk keperluan dokumentasi, sebaiknya penulisan bahasa C diatur sedemikian rupa sehingga mudah dan enak dibaca.
Contoh 1
——–
//Nama File : Laitih1.cpp
//Cetaklah 20 bilangan ganjil pertama,kemudian bilangan genap
//Kemudian cetaklah juga dalam urutan terbalik
#include
void main ()
{
int bil; //variabel untuk mengontrol loop for
cout <<”Barisan 20 bilangan ganjil yang pertama :\n”;
for (bil = 1; bil < 40; bil += 2)
{ cout << bil << ‘ ‘ ;}
cout <<”\n\nBarisan 20 bilangan genap yang pertama :\n”;
for (bil = 2; bil < 40; bil +=2)
{ cout << bil << ‘ ‘ ;}
cout <= 1; bil-= 2)
{ cout << bil << ‘ ‘ ;}
cout <= 2; bil -=2)
{cout << bil << ‘ ‘ ;}
return;
}
hasil tampilan :
—————-
struktur bahasa c++
Bahasa C++
Sejarah C++ (cont)
C diimplementasikan oleh Dennis Ritchie dari AT&T Laboratories dengan menggunakan sistem operasi UNIX.
C merupakan hasil dari proses pengembangan dari BCPL (Basic Combined Programming Language).
BCPL diciptakan oleh Martin Richard, dan mempengaruhi bahasa B yang diciptakan oleh Ken Thomson.
Sejarah C++(cont)
Bahasa B dikembangkan menjadi bahasa C pada tahun 1970-an.
Tahun 1983, didirikan sebuah komite untuk menciptakan ANSI standar untuk bahasa C.
(yang dipakai pada Desember 1989)
Bahasa C yang diciptakan oleh Kerninghan dan Ritchie dikenal dengan ANSI C digunakan oleh ISO sehingga menghasilkan ISO Standard C.
Tahun 1980, Bjarne Stroustrup dari AT&T Bell Laboratories mulai mengembangkan bahasa C C++ tahun 1985.
Sejarah C++(cont)
C++ mengalami dua tahap :
dirilis oleh AT&T laboratories cfront
kompiler C++ menjadi sebuah kompiler yang bisa C++ bahasa assembly
Tahun 1990, C++ menjadi bahasa berorientasi objek.
Struktur Bahasa C++
Contoh 1 :
//my first program in C++
#include
int main()
{ cout << “Selamat pagi dunia!”;
return 0;
}
Hasil :
Selamat pagi dunia!
Struktur Bahasa C++ (cont)
Program tersebut mengandung komponen dasar:
//my first program in C++
merupakan komentar, tidak akan berpengaruh terhadap program.
#include
kalimat yang diawali tanda (#) merupaka preprocessor directive. Indikasi untuk kompiler. #include indikasi untuk menyertakan header file standard iostream, termasuk I/O dalam C++
Struktur Bahasa C++ (cont)
int main()
sebagai awal deklarasi fungsi main. Merupakan titik awal dimana seluruh program C++ akan dieksekusi.
cout << “Selamat pagi dunia!”;
merupakan standard output stream dalam C++ (biasanya monitor).
return 0;
fungsi main() berakhir dan mengembalikan kode yang mengikuti instruksi tersebut, dalam hal ini kasus 0.
Struktur Bahasa C++ (cont)
Setiap kalimat diakhiri dengan tanda semicolon (;). Karakter ini menandakan akhir dari instruksi dan harus disertakan pada setiap akhir instruksi pada program C++ manapun.
Isi dari fungsi main() selanjutnya akan mengikuti, berupa deklarasi formal dan dituliskan diantara kurung kurawal ({}).
Komentar adalah bagian dari program yang diabaikan oleh kompiler.
Struktur Bahasa C++ (cont)
Ada dua cara untuk menuliskan komentar :
// komentar baris
akan mengabaikan apapun mulai dari tanda(//) sampai akhir baris.
/* komentar blok */
akan mengabaikan apapun yang berada diantara tanda /* dan */
Input dan Output
Dalam ANSI C, operasi input dan output dilakukan dengan menggunakan fungsi-fungsi header file stdio.h misalkan : printf, scanf, putc, dsb.
Untuk input dan output ke file digunakan fread, fwrite, fputc, dsb.
Dalam C++ menggunakan iostream.h, stsrtrea.h, fstream.h dan constrea.h
Input dan Output (cont)
Contoh versi ANSI C
#include
void main()
{
int x;
printf (“Masukkan sebuah bilangan:\n”);
scanf (“%d”, &x);
printf (“Bilangan yang dimasukkan adalah %d\n”,x);
}
Input dan Output (cont)
Contoh versi C++
#include
void main()
{
int x;
cout <<“Masukkan sebuah bilangan: “< cin >> x;
cout <<“Bilangan yang dimasukkan adalah “ << x << end1;
}
Sejarah C++ (cont)
C diimplementasikan oleh Dennis Ritchie dari AT&T Laboratories dengan menggunakan sistem operasi UNIX.
C merupakan hasil dari proses pengembangan dari BCPL (Basic Combined Programming Language).
BCPL diciptakan oleh Martin Richard, dan mempengaruhi bahasa B yang diciptakan oleh Ken Thomson.
Sejarah C++(cont)
Bahasa B dikembangkan menjadi bahasa C pada tahun 1970-an.
Tahun 1983, didirikan sebuah komite untuk menciptakan ANSI standar untuk bahasa C.
(yang dipakai pada Desember 1989)
Bahasa C yang diciptakan oleh Kerninghan dan Ritchie dikenal dengan ANSI C digunakan oleh ISO sehingga menghasilkan ISO Standard C.
Tahun 1980, Bjarne Stroustrup dari AT&T Bell Laboratories mulai mengembangkan bahasa C C++ tahun 1985.
Sejarah C++(cont)
C++ mengalami dua tahap :
dirilis oleh AT&T laboratories cfront
kompiler C++ menjadi sebuah kompiler yang bisa C++ bahasa assembly
Tahun 1990, C++ menjadi bahasa berorientasi objek.
Struktur Bahasa C++
Contoh 1 :
//my first program in C++
#include
int main()
{ cout << “Selamat pagi dunia!”;
return 0;
}
Hasil :
Selamat pagi dunia!
Struktur Bahasa C++ (cont)
Program tersebut mengandung komponen dasar:
//my first program in C++
merupakan komentar, tidak akan berpengaruh terhadap program.
#include
kalimat yang diawali tanda (#) merupaka preprocessor directive. Indikasi untuk kompiler. #include
Struktur Bahasa C++ (cont)
int main()
sebagai awal deklarasi fungsi main. Merupakan titik awal dimana seluruh program C++ akan dieksekusi.
cout << “Selamat pagi dunia!”;
merupakan standard output stream dalam C++ (biasanya monitor).
return 0;
fungsi main() berakhir dan mengembalikan kode yang mengikuti instruksi tersebut, dalam hal ini kasus 0.
Struktur Bahasa C++ (cont)
Setiap kalimat diakhiri dengan tanda semicolon (;). Karakter ini menandakan akhir dari instruksi dan harus disertakan pada setiap akhir instruksi pada program C++ manapun.
Isi dari fungsi main() selanjutnya akan mengikuti, berupa deklarasi formal dan dituliskan diantara kurung kurawal ({}).
Komentar adalah bagian dari program yang diabaikan oleh kompiler.
Struktur Bahasa C++ (cont)
Ada dua cara untuk menuliskan komentar :
// komentar baris
akan mengabaikan apapun mulai dari tanda(//) sampai akhir baris.
/* komentar blok */
akan mengabaikan apapun yang berada diantara tanda /* dan */
Input dan Output
Dalam ANSI C, operasi input dan output dilakukan dengan menggunakan fungsi-fungsi header file stdio.h misalkan : printf, scanf, putc, dsb.
Untuk input dan output ke file digunakan fread, fwrite, fputc, dsb.
Dalam C++ menggunakan iostream.h, stsrtrea.h, fstream.h dan constrea.h
Input dan Output (cont)
Contoh versi ANSI C
#include
void main()
{
int x;
printf (“Masukkan sebuah bilangan:\n”);
scanf (“%d”, &x);
printf (“Bilangan yang dimasukkan adalah %d\n”,x);
}
Input dan Output (cont)
Contoh versi C++
#include
void main()
{
int x;
cout <<“Masukkan sebuah bilangan: “<
cout <<“Bilangan yang dimasukkan adalah “ << x << end1;
}
belajar bahasa c++
Belajar Bahasa C++
OPERASI MASUKAN DAN KELUARAN
Memasukkan data dan menampilkan data/informasi merupakan tindakan yang sering dilakukan dalam pemrograman. Penampilan data/informasi biasanya ditujukan ke piranti layar (monitor), sedangkan pemasukan data biasanya dilakukan melalui keyboard.
MENAMPILKAN DATA/INFORMASI KE LAYAR
Untuk keperluan penampilan data/informasi, Turbo C menyediakan sejumlah fungsi, diantaranya adalah PRINTF(), PUTS() dan PUTCHAR()
PRINTF()
Merupakan fungsi yang paling umum digunakan dalam menampilkan data. Berbagai jenis data dapat ditampilkan ke layar dengan fungsi ini.
Bentuk penulisan : printf(“string kontrol”, argumen1, argumen2, …);
§ String kontrol dapat berupa keterangan yang akan ditampilkan pada layar beserta penentu format seperti %d, %f. Penentu format dipakai untuk memberi tahu kompiler mengenai jenis data yang akan ditampilkan
§ Argumen adalah data yang akan ditampilkan ke layar. Argumen ini dapatr berupa variabel, konstanta atau ungkapan
Contoh :
#include
main()
{
int nilai1=20;
float nilai2=2000.0;
clrscr();
printf(”Abad ke-%d\n”, nilai1);
printf(”Abad ke-%3d\n”, nilai1);
printf(”Abad ke-%7d\n”, nilai1);
printf(”Tahun %f\n”, nilai2);
printf(”Tahun %8.3f\n”, nilai2);
printf(”Tahun %8.0f\n”, nilai2);
printf(”Tahun %-8.0f\n”, nilai2);
getch();
}
Hasil :
Abad ke-20
Abad ke- 20
Abad ke- 20
Tahun 2000.000000
Tahun 2000.000
Tahun 2000
Tahun 2000
PUTS()
Fungsi ini digunakan khusus untuk menampilkan data string ke layar. Sifat fungsi ini, string yang ditampilkan secara otomatis akan diakhiri dengan \n (pindah baris). Dibandingkan dengan printf(), perintah ini mempunyai kode mesin yang lebih pendek.
Contoh :
#include
main()
{
clrscr();
puts(”kucoba dan kucoba”);
puts(”kini ku mulai memahaminya”);
getch();
}
Hasil :
kucoba dan kucoba
kini ku mulai memahaminya
PUTCHAR()
Digunakan khusus untuk menampilkan sebuah karakter ke layar. Penampilan karakter tidak diakhiri dengan perpindahan baris, misalnya :
putchar(‘A’); sama dengan printf(“%c”, A);
Contoh :
#include
main()
{
clrscr();
putchar(’A');
putchar(’B');
putchar(’C');
getch();
}
Hasil :
ABC
MEMASUKKAN DATA DARI KEYBOARD
Data dapat dimasukkan lewat keyboard saat eksekusi berlangsung. Fungsi yang digunakan diantaranya adalah : scanf(), getch(), dan getche().
SCANF()
Merupakan fungsi yang dapat digunakan untuk memasukkan berbagai jenis data. Bentuk scanf() sesungguhnya menyerupai fungsi printf() yang melibatkan penentu format. Bentuk penulisan : scanf(“string kontrol”, daftar argumen);
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian scanf yaitu :
1. scanf memberi pergantian baris secara otomatis, artinya Anda tidak perlu memberi \n untuk berpindah ke baris berikutnya.
2. scanf memakai penentu format, tetapi tidak memerlukan penentu lebar field. Contoh yang salah : scanf(“10.2f”,&gaji);
3. Variabel yang dipakai di dalam scanf harus didahului dengan operator alamat (&).
Contoh :
/* Program Hitung Gaji */
#include
main()
{
float gaji,tunj,GAJI;
clrscr();
printf(”Masukkan Gaji Pokok = Rp. “);
scanf(”%f”,&gaji);
tunj = 0.1 * gaji;
GAJI = gaji + tunj; /* gaji total*/
printf(”\nTunjangan = Rp. %6.2f”,tunj);
printf(”\nGaji Total = Rp. %6.2f”,GAJI);
getch();
}
Hasil :
Masukkan Gaji Pokok = Rp. 1000000
Tunjangan = Rp. 100000.00
Gaji Total = Rp. 1100000.00
MEMASUKKAN BEBERAPA DATA SECARA BERSAMA-SAMA
Data dapat dimasukkan secara bersama-sama dalam satu baris. Setiap data dipisahkan oleh sebuah karakter. Karakter-karakter yang dapat bertindak sebagai pemisah data adalah :
§ Koma (‘)
§ Garis hubung (-)
§ Titik dua (:)
§ Spasi
Contoh :
#include
main()
{
int bil1,bil2,bil3;
clrscr();
printf(”Masukkan 3 buah bilangan bulat : “);
scanf(”%d-%d-%d”,&bil1,&bil2,&bil3);
printf(”\nBilangan pertama : %3d”,bil1);
printf(”\nBilangan kedua : %3d”,bil2);
printf(”\nBilangan ketiga : %3d”,bil3);
getch();
}
Hasil :
Masukkan 3 buah bilangan bulat : 12-24-48
Bilangan pertama : 12
Bilangan kedua : 24
Bilangan ketiga : 48
Anda harus memasukkan data dengan cara : 12-24-48 (sesuai dengan tanda pemisah data pada scanf)
GETCH() dan GETCHE()
Dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan enter. Fungsi getch() merupakan singkatan dari get character artinya baca karakter tetapi isian data yang dimasukkan tidak akan ditampilkan di layar.
Contoh :
#include
main()
{
char karakter;
clrscr();
printf(“Ketik sebuah karakter : “);
karakter=getch();
printf(“\nKarakter yang anda ketik adalah : %c”,karakter);
getche();
}
Hasil :
Ketik sebuah karakter :
Karakter yang anda ketik adalah : A
Nama fungsi getche() sebenarnya adalah singkatan dari get character and echo, artinya baca karakter lalu tampilkan di layar. Jadi setelah mengetikkan sebuah huruf, huruf tersebut akan ditampilkan di layar tanpa menekan enter.
Catatan :
§ Program yang menggunakan printf(), putchar(), scanf() dan puts() mengandung baris yang berisi #include
§ Program yang melibatkan getche() atau getch() mengandung baris yang berisi #include
FUNGSI-FUNGSI NUMERIK
Turbo C mempunyai kurang lebih 450 fungsi dan makro yang dapat dipanggil dari program yang telah dibuat. Fungsi-fungsi tersebut meliputi berbagai hal, misalnya :
§ Proses Input Output tingkat tinggi dan tingkat rendah
§ Manipulasi string dan file
§ Alokasi memori
§ Kontrol Proses
§ Konversi data
§ Perhitungan matematik
Fungsi-fungsi tersebut ada di dalam file library-nya (Cx.LIB, Mathx.LIB dan Graphics.LIB). Huruf x diganti dengan model memori yang dipakai.
Fungsi-fungsi tersebut disimpan di dalam file header (*.H). Fungsi tersebut dapat digabungkan ke dalam program dengan menyertakan file header yang mengandung fungsi atau rutin yang dipakai.
FUNGSI SQRT
Fungsi : Menghitung akar positif dari sebuah bilangan bulat
Include : #include
Contoh :
#include
main()
{
double x,y;
clrscr();
printf(”\nMasukkan sebuah bilangan :”); scanf(”%lf”,&x);
y = sqrt(x);
printf(”\n\nAkar dari %6.2lf adalah %6.2lf”,x,y);
getch();
}
FUNGSI POW
Fungsi : Menghitung xy
Include : #include
Contoh :
#include
main()
{
double x,y,z;
clrscr();
printf(”\nMenghitung x pangkat y\n”);
printf(”\nMasukkan nilai x :”); scanf(”%lf”,&x);
printf(”\nMasukkan nilai y :”); scanf(”%lf”,&y);
z = pow(x,y);
printf(”\n\nNilai %6.2lf Pangkat %6.2lf adalah %6.2lf”,x,y,z);
getch();
}
FUNGSI TAN
Fungsi : Menghitung nilai tangent dari sebuah sudut
Include : #include
Fungsi tan menghitung nilai tangent dari sudut x. Sudut x dalam satuan radian. Jika sudut x yang diberikan dekat dengan phi/2 atau –phi/2, hasilnya adalah 0.
FUNGSI DIV
Fungsi : Membagi dua bilangan bulat, memberikan hasil bagi dan sisanya
Include : #include
Contoh :
#include
main()
{
int x,y;
div_t hasil;
clrscr();
printf(”Contoh fungsi — div —”);
printf(”\n\nMasukkan nilai x :”); scanf(”%d”,&x);
printf(”\n\nMasukkan nilai y :”); scanf(”%d”,&y);
hasil = div(x,y);
printf(”\n\n%-3d DIV %3d = %3d sisa %3d”,x,y,hasil.quot,hasil.rem);
getch();
}
FUNGSI CEIL
Fungsi : Membulatkan ke atas
Include : #include
Contoh :
#include
main()
{
double x,hasil;
clrscr();
printf(”Contoh fungsi — ceil —”);
printf(”\n\nMasukkan sebuah bilangan :”); scanf(”%lf”,&x);
hasil = ceil(x);
printf(”\n\nHasil pembulatan ke atas bilangan %6.2lf adalah %6.2lf”, x,hasil);
getch();
}
FUNGSI FLOOR
Fungsi : Membulatkan ke bawah
Include : #include
Fungsi floor menghasilkan bilangan bulat terbesar yang tidak lebih dari x
FUNGSI EXP
Fungsi : Menghitung ex
Include : #include
Contoh :
#include
main()
{
double x,hasil;
clrscr();
printf(”Contoh fungsi — exp —”);
printf(”\n\nMasukkan sebuah bilangan :”); scanf(”%lf”,&x);
hasil = exp(x);
printf(”\n\nHasil e pangkat %6.2lf adalah %6.2lf”, x,hasil);
getch();
}
FUNGSI MAX
Fungsi : Memberikan bilangan yang lebih besar dari 2 bilangan yang diberikan
Include : #include
Contoh :
#include
main()
{
float a,b,c;
clrscr();
printf(”Contoh fungsi — max —”);
printf(”\n\nMasukkan nilai pertama :”); scanf(”%f”,&a);
printf(”\n\nMasukkan nilai kedua :”); scanf(”%f”,&b);
c = max (a,b);
printf(”\n\nNilai terbesar dari bilangan %5.1f dan %5.1f adalah %5.1f”, a,b,c);
getch();
}
FUNGSI MIN
Fungsi : Memberikan bilangan yang lebih kecil dari 2 bilangan yang diberikan
Include : #include
LATIHAN
1. Nilai akhir dari pelajaran Bahasa C ditentukan oleh tiga nilai yaitu :
Nilai Praktek bobot 20%
Nilai UTS bobot 30%
Nilai UAS bobot 50%
Buatlah program untuk menghitung nilai akhir !
2. Perusahaan telepon di kota “A” mempunyai tarif Rp. 250,- per pulsa. Setiap langganan dikenakan biaya langganan sebesar Rp. 20.000,- per bulan. Buatlah program untuk menghitung tagihan langganan dengan menggunakan konstanta !
3. Buatlah program untuk menghitung panjang sisi miring segitiga siku-siku !
4. Buatlah program untuk menghitung Keliling, Luas Permukaan dan Isi dari sebuah bola dengan rumus :
Keliling = 2 p r
Luas Permukaan = 4/3 p r3
Isi = 4 p r2
5. Tinggi menara dapat dihitung dengan mengukur sudut elevasi dan jarak antara pengamat terhadap kaki menara. Tinggi menara dapat dinyatakan dengan rumus
Tinggi = jarak * tangen (sudut elevasi)
Buatlah program untuk menghitung tinggi menara !
~ oleh gusti42 di/pada Januari 18, 2008.
Ditulis dalam Bahasa Pemrograman
Tinggalkan Balasan
OPERASI MASUKAN DAN KELUARAN
Memasukkan data dan menampilkan data/informasi merupakan tindakan yang sering dilakukan dalam pemrograman. Penampilan data/informasi biasanya ditujukan ke piranti layar (monitor), sedangkan pemasukan data biasanya dilakukan melalui keyboard.
MENAMPILKAN DATA/INFORMASI KE LAYAR
Untuk keperluan penampilan data/informasi, Turbo C menyediakan sejumlah fungsi, diantaranya adalah PRINTF(), PUTS() dan PUTCHAR()
PRINTF()
Merupakan fungsi yang paling umum digunakan dalam menampilkan data. Berbagai jenis data dapat ditampilkan ke layar dengan fungsi ini.
Bentuk penulisan : printf(“string kontrol”, argumen1, argumen2, …);
§ String kontrol dapat berupa keterangan yang akan ditampilkan pada layar beserta penentu format seperti %d, %f. Penentu format dipakai untuk memberi tahu kompiler mengenai jenis data yang akan ditampilkan
§ Argumen adalah data yang akan ditampilkan ke layar. Argumen ini dapatr berupa variabel, konstanta atau ungkapan
Contoh :
#include
main()
{
int nilai1=20;
float nilai2=2000.0;
clrscr();
printf(”Abad ke-%d\n”, nilai1);
printf(”Abad ke-%3d\n”, nilai1);
printf(”Abad ke-%7d\n”, nilai1);
printf(”Tahun %f\n”, nilai2);
printf(”Tahun %8.3f\n”, nilai2);
printf(”Tahun %8.0f\n”, nilai2);
printf(”Tahun %-8.0f\n”, nilai2);
getch();
}
Hasil :
Abad ke-20
Abad ke- 20
Abad ke- 20
Tahun 2000.000000
Tahun 2000.000
Tahun 2000
Tahun 2000
PUTS()
Fungsi ini digunakan khusus untuk menampilkan data string ke layar. Sifat fungsi ini, string yang ditampilkan secara otomatis akan diakhiri dengan \n (pindah baris). Dibandingkan dengan printf(), perintah ini mempunyai kode mesin yang lebih pendek.
Contoh :
#include
main()
{
clrscr();
puts(”kucoba dan kucoba”);
puts(”kini ku mulai memahaminya”);
getch();
}
Hasil :
kucoba dan kucoba
kini ku mulai memahaminya
PUTCHAR()
Digunakan khusus untuk menampilkan sebuah karakter ke layar. Penampilan karakter tidak diakhiri dengan perpindahan baris, misalnya :
putchar(‘A’); sama dengan printf(“%c”, A);
Contoh :
#include
main()
{
clrscr();
putchar(’A');
putchar(’B');
putchar(’C');
getch();
}
Hasil :
ABC
MEMASUKKAN DATA DARI KEYBOARD
Data dapat dimasukkan lewat keyboard saat eksekusi berlangsung. Fungsi yang digunakan diantaranya adalah : scanf(), getch(), dan getche().
SCANF()
Merupakan fungsi yang dapat digunakan untuk memasukkan berbagai jenis data. Bentuk scanf() sesungguhnya menyerupai fungsi printf() yang melibatkan penentu format. Bentuk penulisan : scanf(“string kontrol”, daftar argumen);
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian scanf yaitu :
1. scanf memberi pergantian baris secara otomatis, artinya Anda tidak perlu memberi \n untuk berpindah ke baris berikutnya.
2. scanf memakai penentu format, tetapi tidak memerlukan penentu lebar field. Contoh yang salah : scanf(“10.2f”,&gaji);
3. Variabel yang dipakai di dalam scanf harus didahului dengan operator alamat (&).
Contoh :
/* Program Hitung Gaji */
#include
main()
{
float gaji,tunj,GAJI;
clrscr();
printf(”Masukkan Gaji Pokok = Rp. “);
scanf(”%f”,&gaji);
tunj = 0.1 * gaji;
GAJI = gaji + tunj; /* gaji total*/
printf(”\nTunjangan = Rp. %6.2f”,tunj);
printf(”\nGaji Total = Rp. %6.2f”,GAJI);
getch();
}
Hasil :
Masukkan Gaji Pokok = Rp. 1000000
Tunjangan = Rp. 100000.00
Gaji Total = Rp. 1100000.00
MEMASUKKAN BEBERAPA DATA SECARA BERSAMA-SAMA
Data dapat dimasukkan secara bersama-sama dalam satu baris. Setiap data dipisahkan oleh sebuah karakter. Karakter-karakter yang dapat bertindak sebagai pemisah data adalah :
§ Koma (‘)
§ Garis hubung (-)
§ Titik dua (:)
§ Spasi
Contoh :
#include
main()
{
int bil1,bil2,bil3;
clrscr();
printf(”Masukkan 3 buah bilangan bulat : “);
scanf(”%d-%d-%d”,&bil1,&bil2,&bil3);
printf(”\nBilangan pertama : %3d”,bil1);
printf(”\nBilangan kedua : %3d”,bil2);
printf(”\nBilangan ketiga : %3d”,bil3);
getch();
}
Hasil :
Masukkan 3 buah bilangan bulat : 12-24-48
Bilangan pertama : 12
Bilangan kedua : 24
Bilangan ketiga : 48
Anda harus memasukkan data dengan cara : 12-24-48 (sesuai dengan tanda pemisah data pada scanf)
GETCH() dan GETCHE()
Dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan enter. Fungsi getch() merupakan singkatan dari get character artinya baca karakter tetapi isian data yang dimasukkan tidak akan ditampilkan di layar.
Contoh :
#include
main()
{
char karakter;
clrscr();
printf(“Ketik sebuah karakter : “);
karakter=getch();
printf(“\nKarakter yang anda ketik adalah : %c”,karakter);
getche();
}
Hasil :
Ketik sebuah karakter :
Karakter yang anda ketik adalah : A
Nama fungsi getche() sebenarnya adalah singkatan dari get character and echo, artinya baca karakter lalu tampilkan di layar. Jadi setelah mengetikkan sebuah huruf, huruf tersebut akan ditampilkan di layar tanpa menekan enter.
Catatan :
§ Program yang menggunakan printf(), putchar(), scanf() dan puts() mengandung baris yang berisi #include
§ Program yang melibatkan getche() atau getch() mengandung baris yang berisi #include
FUNGSI-FUNGSI NUMERIK
Turbo C mempunyai kurang lebih 450 fungsi dan makro yang dapat dipanggil dari program yang telah dibuat. Fungsi-fungsi tersebut meliputi berbagai hal, misalnya :
§ Proses Input Output tingkat tinggi dan tingkat rendah
§ Manipulasi string dan file
§ Alokasi memori
§ Kontrol Proses
§ Konversi data
§ Perhitungan matematik
Fungsi-fungsi tersebut ada di dalam file library-nya (Cx.LIB, Mathx.LIB dan Graphics.LIB). Huruf x diganti dengan model memori yang dipakai.
Fungsi-fungsi tersebut disimpan di dalam file header (*.H). Fungsi tersebut dapat digabungkan ke dalam program dengan menyertakan file header yang mengandung fungsi atau rutin yang dipakai.
FUNGSI SQRT
Fungsi : Menghitung akar positif dari sebuah bilangan bulat
Include : #include
Contoh :
#include
main()
{
double x,y;
clrscr();
printf(”\nMasukkan sebuah bilangan :”); scanf(”%lf”,&x);
y = sqrt(x);
printf(”\n\nAkar dari %6.2lf adalah %6.2lf”,x,y);
getch();
}
FUNGSI POW
Fungsi : Menghitung xy
Include : #include
Contoh :
#include
main()
{
double x,y,z;
clrscr();
printf(”\nMenghitung x pangkat y\n”);
printf(”\nMasukkan nilai x :”); scanf(”%lf”,&x);
printf(”\nMasukkan nilai y :”); scanf(”%lf”,&y);
z = pow(x,y);
printf(”\n\nNilai %6.2lf Pangkat %6.2lf adalah %6.2lf”,x,y,z);
getch();
}
FUNGSI TAN
Fungsi : Menghitung nilai tangent dari sebuah sudut
Include : #include
Fungsi tan menghitung nilai tangent dari sudut x. Sudut x dalam satuan radian. Jika sudut x yang diberikan dekat dengan phi/2 atau –phi/2, hasilnya adalah 0.
FUNGSI DIV
Fungsi : Membagi dua bilangan bulat, memberikan hasil bagi dan sisanya
Include : #include
Contoh :
#include
main()
{
int x,y;
div_t hasil;
clrscr();
printf(”Contoh fungsi — div —”);
printf(”\n\nMasukkan nilai x :”); scanf(”%d”,&x);
printf(”\n\nMasukkan nilai y :”); scanf(”%d”,&y);
hasil = div(x,y);
printf(”\n\n%-3d DIV %3d = %3d sisa %3d”,x,y,hasil.quot,hasil.rem);
getch();
}
FUNGSI CEIL
Fungsi : Membulatkan ke atas
Include : #include
Contoh :
#include
main()
{
double x,hasil;
clrscr();
printf(”Contoh fungsi — ceil —”);
printf(”\n\nMasukkan sebuah bilangan :”); scanf(”%lf”,&x);
hasil = ceil(x);
printf(”\n\nHasil pembulatan ke atas bilangan %6.2lf adalah %6.2lf”, x,hasil);
getch();
}
FUNGSI FLOOR
Fungsi : Membulatkan ke bawah
Include : #include
Fungsi floor menghasilkan bilangan bulat terbesar yang tidak lebih dari x
FUNGSI EXP
Fungsi : Menghitung ex
Include : #include
Contoh :
#include
main()
{
double x,hasil;
clrscr();
printf(”Contoh fungsi — exp —”);
printf(”\n\nMasukkan sebuah bilangan :”); scanf(”%lf”,&x);
hasil = exp(x);
printf(”\n\nHasil e pangkat %6.2lf adalah %6.2lf”, x,hasil);
getch();
}
FUNGSI MAX
Fungsi : Memberikan bilangan yang lebih besar dari 2 bilangan yang diberikan
Include : #include
Contoh :
#include
main()
{
float a,b,c;
clrscr();
printf(”Contoh fungsi — max —”);
printf(”\n\nMasukkan nilai pertama :”); scanf(”%f”,&a);
printf(”\n\nMasukkan nilai kedua :”); scanf(”%f”,&b);
c = max (a,b);
printf(”\n\nNilai terbesar dari bilangan %5.1f dan %5.1f adalah %5.1f”, a,b,c);
getch();
}
FUNGSI MIN
Fungsi : Memberikan bilangan yang lebih kecil dari 2 bilangan yang diberikan
Include : #include
LATIHAN
1. Nilai akhir dari pelajaran Bahasa C ditentukan oleh tiga nilai yaitu :
Nilai Praktek bobot 20%
Nilai UTS bobot 30%
Nilai UAS bobot 50%
Buatlah program untuk menghitung nilai akhir !
2. Perusahaan telepon di kota “A” mempunyai tarif Rp. 250,- per pulsa. Setiap langganan dikenakan biaya langganan sebesar Rp. 20.000,- per bulan. Buatlah program untuk menghitung tagihan langganan dengan menggunakan konstanta !
3. Buatlah program untuk menghitung panjang sisi miring segitiga siku-siku !
4. Buatlah program untuk menghitung Keliling, Luas Permukaan dan Isi dari sebuah bola dengan rumus :
Keliling = 2 p r
Luas Permukaan = 4/3 p r3
Isi = 4 p r2
5. Tinggi menara dapat dihitung dengan mengukur sudut elevasi dan jarak antara pengamat terhadap kaki menara. Tinggi menara dapat dinyatakan dengan rumus
Tinggi = jarak * tangen (sudut elevasi)
Buatlah program untuk menghitung tinggi menara !
~ oleh gusti42 di/pada Januari 18, 2008.
Ditulis dalam Bahasa Pemrograman
Tinggalkan Balasan
Jumat, 09 Oktober 2009
posting oleh robby
//C++:
//ini bagian ‘header’ program, berisi library-library yang
//diperlukan
#include
#include
#include
//#include …
//…
//berikut adalah bagian deklarasi kostanta, type bentukan,
//dan variabel global yang akan digunakan
const float pi = 3.1415926;
const …;
typedef int angka;
typedef …;
int i,j;
//..;
//berikut adalah bagian deklarasi fungsi-fungsi
//dan prosedur yang akan dipakai
long int kuadrat(int x)
{
return (x*x);
}
void tukar(int *a, int *b);
int temp;
{
temp := *a;
*a := *b;
*b := temp;
}
//akhirnya, main program
int main()
{
std::cout << “Selamat datang!” << endl;
//…;
return 0;
}
Beberapa hal yang perlu diingat mengenai bahasa C++:
- Komentar dalam C++ menggunakan /* … */ untuk memuat beberapa baris sekaligus atau menggunakan // untuk mengabaikan semua karakter di sebelah kanannya sebanyak 1 baris.
- Sebuah program dalam C++ harus memiliki fungsi bernama main(), fungsi ini adalah fungsi spesial karena di situlah main program kita.
- Dalam C++ sebenarnya juga tidak ada procedure, procedure didefinisikan sebagai function yang mengembalikan nilai void..
- Setiap baris perintah harus diakhiri dengan titik koma ‘;’ kecuali yang diawali dengan kres ‘#’.
- Blok program diawali kurung-kurawal-buka ‘{’ dan diakhiri kurung-kurawal-tutup ‘}’.
- Bahasa C++ juga bahasa yang case-sensitive, jadi perhatikan dalam penamaan variabel, type, maupun pemanggilan fungsi-fungsi yang sudah ada.
- Perintah terakhir di dalam main() yaitu return 0 digunakan untuk mengindikasikan bahwa program tersebut sukses berjalan.
//ini bagian ‘header’ program, berisi library-library yang
//diperlukan
#include
#include
#include
//#include …
//…
//berikut adalah bagian deklarasi kostanta, type bentukan,
//dan variabel global yang akan digunakan
const float pi = 3.1415926;
const …;
typedef int angka;
typedef …;
int i,j;
//..;
//berikut adalah bagian deklarasi fungsi-fungsi
//dan prosedur yang akan dipakai
long int kuadrat(int x)
{
return (x*x);
}
void tukar(int *a, int *b);
int temp;
{
temp := *a;
*a := *b;
*b := temp;
}
//akhirnya, main program
int main()
{
std::cout << “Selamat datang!” << endl;
//…;
return 0;
}
Beberapa hal yang perlu diingat mengenai bahasa C++:
- Komentar dalam C++ menggunakan /* … */ untuk memuat beberapa baris sekaligus atau menggunakan // untuk mengabaikan semua karakter di sebelah kanannya sebanyak 1 baris.
- Sebuah program dalam C++ harus memiliki fungsi bernama main(), fungsi ini adalah fungsi spesial karena di situlah main program kita.
- Dalam C++ sebenarnya juga tidak ada procedure, procedure didefinisikan sebagai function yang mengembalikan nilai void..
- Setiap baris perintah harus diakhiri dengan titik koma ‘;’ kecuali yang diawali dengan kres ‘#’.
- Blok program diawali kurung-kurawal-buka ‘{’ dan diakhiri kurung-kurawal-tutup ‘}’.
- Bahasa C++ juga bahasa yang case-sensitive, jadi perhatikan dalam penamaan variabel, type, maupun pemanggilan fungsi-fungsi yang sudah ada.
- Perintah terakhir di dalam main() yaitu return 0 digunakan untuk mengindikasikan bahwa program tersebut sukses berjalan.
artikel c++
Sejarah C++ Tahun 1978, Brian W. Kerninghan & Dennis M. Ritchie dari AT & T Laboratories mengembangkan bahasa B menjadi bahasa C. Bahasa B yang diciptakan oleh Ken Thompson sebenarnya merupakan pengembangan dari bahasa BCPL ( Basic Combined Programming Language ) yang diciptakan oleh Martin Richard. Sejak tahun 1980, bahasa C banyak digunakan pemrogram di Eropa yang sebelumnya menggunakan bahasa B dan BCPL. Dalam perkembangannya, bahasa C menjadi bahasa paling populer diantara bahasa lainnya, seperti PASCAL, BASIC, FORTRAN. Tahun 1989, dunia pemrograman C mengalami peristiwa penting dengan dikeluarkannya standar bahasa C oleh American National Standards Institute (ANSI). Bahasa C yang diciptakan Kerninghan & Ritchie kemudian dikenal dengan nama ANSI C. Mulai awal tahun 1980, Bjarne Stroustrup dari AT & T Bell Laboratories mulai mengembangkan bahasa C. Pada tahun 1985, lahirlah secara resmi bahasa baru hasil pengembangan C yang dikenal dengan nama C++. Sebenarnya bahasa C++ mengalami dua tahap evolusi. C++ yang pertama, dirilis oleh AT&T Laboratories, dinamakan cfront. C++ versi kuno ini hanya berupa kompiler yang menterjemahkan C++ menjadi bahasa C. Pada evolusi selanjutnya, Borland International Inc. mengembangkan kompiler C++ menjadi sebuah kompiler yang mampu mengubah C++ langsung menjadi bahasa mesin (assembly). Sejak evolusi ini, mulai tahun 1990 C++ menjadi bahasa berorientasi obyek yang digunakan oleh sebagian besar pemrogram professional. Struktur Bahasa C++ Contoh 1 : Hasil : // my first program in C++ Hello World! #include int main () { cout << "Hello World!"; return 0; } Sisi kiri merupakan source code, yang dapat diberi nama hiworld.cpp dan sisi kanan adalah hasilnya setelah di-kompile dan di-eksekusi. Program diatas merupakan salah satu program paling sederhana dalam C++, tetapi dalam program tersebut mengandung komponen dasar yang selalu ada pada setiap pemrograman C++. Jika dilihat satu persatu : // my first program in C++ Baris ini adalah komentar. semua baris yang diawali dengan dua garis miring (//) akan dianggap sebagai komentar dan tidak akan berpengaruh terhadap program. Dapat digunakan oleh programmer untuk menyertakan penjelasan singkat atau observasi yang terkait dengan program tersebut. #include Kalimat yang diawali dengan tanda (#) adalah are preprocessor directive. Bukan merupakan baris kode yang dieksekusi, tetapi indikasi untuk kompiler. Dalam kasus ini kalimat #include memberitahukan preprocessor kompiler untuk menyertakan header file standard iostream. File spesifik ini juga termasuk library deklarasi standard I/O pada C++ dan file ini disertakan karena fungsi-fungsinya akan digunakan nanti dalam program. int main () Baris ini mencocokan pada awal dari deklarasi fungsi main. fungsi main merupakan titik awal dimana seluruh program C++ akan mulai dieksekusi. Diletakan diawal, ditengah atau diakhir program, isi dari fungsi main akan selalu dieksekusi pertama kali. Pada dasarnya, seluruh program C++ memiliki fungsi main. main diikuti oleh sepasang tanda kurung () karena merupakan fungsi. pada C++, semua fungsi diikuti oleh sepasang tanda kurung () dimana, dapat berisi argumen didalamnya. Isi dari fungsi main selanjutnya akan mengikuti,berupa deklarasi formal dan dituliskan diantara kurung kurawal ({}), seperti dalam contoh. cout << "Hello World"; Intruksi ini merupakan hal yang paling penting dalam program contoh. cout merupakan standard output stream dalam C++ (biasanya monitor). cout dideklarasikan dalam header file iostream.h, sehingga agar dapat digunakan maka file ini harus disertakan. Perhatikan setiap kalimat diakhiri dengan tanda semicolon (;). Karakter ini menandakan akhir dari instruksi dan harus disertakan pada setiap akhir instruksi pada program C++ manapun. return 0; Intruksi return menyebabkan fungsi main() berakhir dan mengembalikan kode yang mengikuti instruksi tersebut, dalam kasus ini 0. Ini merupakan cara yang paling sering digunakan untuk mengakhiri program. Tidak semua baris pada program ini melakukan aksi. Ada baris yang hanya berisi komentar (diawali //), baris yang berisi instruksi untuk preprocessor kompiler (Yang diawali #),kemudian baris yang merupakan inisialisasi sebuah fungsi (dalam kasus ini, fungsi main) dan baris yang berisi instruksi (seperti, cout <<), baris yang terakhir ini disertakan dalam blok yang dibatasi oleh kurung kurawal ({}) dari fungsi main. Struktur program dapat dituliskan dalam bentuk yang lain agar lebih mudah dibaca, contoh : int main () { cout << " Hello World "; return 0; } Atau dapat juga dituliskan : int main () { cout << " Hello World "; return 0; } Dalam satu baris dan memiliki arti yang sama dengan program-program sebelumnya. pada C++ pembatas antar instruksi ditandai dengan semicolon (;) pada setiap akhir instruksi. Contoh 2 : Hasil : // my second program in C++ Hello World! I'm a C++ program #include int main () { cout << "Hello World! "; cout << "I'm a C++ program"; return 0; } Komentar Komentar adalah bagian dari program yang diabaikan oleh kompiler. Tidak melaksanakan aksi apapun. Mereka berguna untuk memungkinkan para programmer untuk memasukan catatan atau deskripsi tambahan mengenai program tersebut. C++ memiliki dua cara untuk menuliskan komentar : // Komentar baris /* Komentar Blok */ Komentar baris, akan mengabaikan apapun mulai dari tanda (//) sampai akhir dari baris yang sama. Komentar Blok, akan mengabaikan apapun yang berada diantara tanda /* dan */. Variabel, tipe data, konstanta Untuk dapat menulis program yang dapat membantu menjalankan tugas-tugas kita, kita harus mengenal konsep dari variabel. Sebagai ilustrasi, ingat 2 buah angka, angka pertama adalah 5 dan angka kedua adalah 2. Selanjutnya tambahkan 1 pada angka pertama kemudian hasilnya dikurangi angka kedua (dimana hasil akhirnya adalah 4). Seluruh proses ini dapat diekspresikan dalam C++ dengan serangkaian instruksi sbb : a = 5; b = 2; a = a + 1; result = a - b; Jelas ini merupakan satu contoh yang sangat sederhana karena kita hanya menggunakan 2 nilai integer yang kecil, tetapi komputer dapat menyimpan jutaan angka dalam waktu yang bersamaan dan dapat melakukan operasi matematika yang rumit. Karena itu, kita dapat mendefinisikan variable sebagai bagian dari memory untuk menyimpan nilai yang telah ditentukan. Setiap variable memerlukan identifier yang dapat membedakannya dari variable yang lain, sebagai contoh dari kode diatas identifier variabelnya adalah a, b dan result, tetapi kita dapat membuat nama untuk variabel selama masih merupakan identifier yang benar. Identifiers Identifier adalah untaian satu atau lebih huruf, angka, atau garis bawah ( _ ). Panjang dari identifier, tidak terbatas, walaupun untuk beberapa kompiler hanya 32 karakter pertama saja yang dibaca sebagai identifier (sisanya diabaikan). Identifier harus selalu diawali dengan huruf atau garis bawah ( _ ). Ketentuan lainnya yang harus diperhatikan dalam menentukan identifier adalah tidak boleh menggunakan key word dari bahasa C++. Diawah ini adalah key word dalam C++ : asm auto bool break case catch char class const const_cast continue default delete do double dynamic_cast else enum explicit extern false float for friend goto if inline int long mutable namespace new operator private protected public register reinterpret_cast return short signed sizeof static static_cast struct switch template this throw true try typedef typeid typename union unsigned using virtual void volatile wchar_t Sebagai tambahan, represetasi alternatif dari operator, tidak dapat digunakan sebagai identifier. Contoh : and, and_eq, bitand, bitor, compl, not, not_eq, or, or_eq, xor, xor_eq catatan: Bahasa C++ adalah bahasa yang "case sensitive", ini berarti identifier yang dituliskan dengan huruf kapital akan dianggap berbeda dengan identifier yang sama tetapi dituliskan dengan huruf kecil, sabagai contoh : variabel RESULT tidak sama dengan variable result ataupun variabel Result. Tipe Data Tipe data yang ada pada C++, berikut nilai kisaran yang dapat direpresentasikan : DATA TYPES Name Bytes* Description Range* char 1 character or integer 8 bits length. signed: -128 to 127 unsigned: 0 to 255 short 2 integer 16 bits length. signed: -32768 to 32767 unsigned: 0 to 65535 long 4 integer 32 bits length. signed:-2147483648 to 2147483647 unsigned: 0 to 4294967295 int * Integer. Its length traditionally depends on the length of the system's Word type, thus in MSDOS it is 16 bits long, whereas in 32 bit systems (like Windows 9x/2000/NT and systems that work under protected mode in x86 systems) it is 32 bits long (4 bytes). See short, long float 4 floating point number. 3.4e + / - 38 (7 digits) double 8 double precision floating point number. 1.7e + / - 308 (15 digits) long double 10 long double precision floating point number. 1.2e + / - 4932 (19 digits) bool 1 Boolean value. It can take one of two values: true or false NOTE: this is a type recently added by the ANSI-C++ standard. Not all compilers support it. Consult section bool type for compatibility information. true or false wchar_t 2 Wide character. It is designed as a type to store international characters of a two-byte character set. NOTE: this is a type recently added by the ANSI-C++ standard. Not all compilers support it. wide characters Deklarasi variabel Untuk menggunakan variabel pada C++, kita harus mendeklarasikan tipe data yang akan digunakan. Sintaks penulisan deklarasi variabel adalah dengan menuliskan tipe data yang akan digunakan diikuti dengan identifier yang benar, contoh : int a; float mynumber; Jika akan menggunakan tipe data yang sama untuk beberapa identifier maka dapata dituliskan dengan menggunakan tanda koma, contoh : int a, b, c; Tipe data integer (char, short, long dan int) dapat berupa signed atau unsigned tergantung dari kisaran nilai yang akan direpresentasikan. Dilakukan dengan menyertakan keyword signed atau unsigned sebelum tipe data, contoh : unsigned short NumberOfSons; signed int MyAccountBalance; Jika tidak dituliskan, maka akan dianggap sebagai signed. Contoh 3 : Hasil : // operating with variables #include 4 int main () { // declaring variables: int a, b; int result; // process: a = 5; b = 2; a = a + 1; result = a - b; Inisialisasi Variabel Ketika mendeklarasikan variabel local, kita dapat memberikan nilai tertentu. Sintaks penulisan sbb : type identifier = initial_value ; Misalkan kita akan mendeklarasikan variabel int dengan nama a yang bernilai 0, maka dapat dituliskan : int a = 0; Atau dengan cara lainnya, yaitu menyertakan nilai yang akan diberikan dalam tanda (): type identifier (initial_value) ; Contoh : int a (0); Lingkup Variabel Pada C++, kita dapat mendeklarasikan variable dibagian mana saja dari program, bahkan diantara 2 kalimat perintah. variabel Global dapat digunakan untuk setiap bagian dari program, maupun fungsi, walaupun dideklarasikan diakhir program. Lingkup dari variable local terbatas. Hanya berlaku dimana variable tersebut dideklarasikan. Jika dideklarasikan diawal fungsi (seperti dalam main) maka lingkup dari variable tersebut adalah untuk seluruh fungsi main. Seperti contoh diatas, jika terdapat fungsi lain yang ditambahkan pada main(), maka variable local yang dideklarasikan dalam main tidak dapat digunakan pada fungsi lainnya dan sebaliknya. Pada C++, lingkup variable local ditandai dengan blok dimana variable tersebut dideklarasikan ( blok tersebut adalah sekumpulan instruksi dalam kurung kurawal {} ). Jika dideklarasikan dalam fungsi tersebut, maka akan berlaku sebagai variable dalam fungsi tersebut, jika dideklarasikan dalam sebuah perulangan, maka hanya berlaku dalam perulangan tersebut, dan seterusnya. Konstanta : Literals. Konstanta adalah ekspresi dengan nilai yang tetap. Terbagi dalam Nilai Integer, Nilai Floating-Point, Karakter and String. Nilai Integer Merupakan nilai konstanta numerik yang meng-identifikasikan nilai integer decimal. Karena merupakan nilai numeric, maka tidak memerlukan tanda kutip (") maupun karakter khusus lainnya. Contoh : 1776 707 -273 C++ memungkinkan kita untuk mempergunakan nilai oktal (base 8) dan heksadesimal (base 16). Jika menggunakan octal maka harus diawali dengan karakter 0 (karakter nol), dan untuk heksadesimal diawali dengan karakter 0x (nol, x). Contoh : 75 // decimal 0113 // octal 0x4b // hexadecimal Dari contoh diatas, seluruhnya merepresentasikan nilai yang sama : 75. Nilai Floating Point Merepresentasikan nilai desimal dan/atau eksponen, termasuk titik desimal dan karakter e (Yang merepresentasikan “dikali 10 pangkat n” , dimana n merupakan nilai integer) atau keduanya. Contoh : 3.14159 // 3.14159 6.02e23 // 6.02 x 1023 1.6e-19 // 1.6 x 10-19 3.0 // 3.0 Karakter dan String Merupakan konstanta non-numerik, Contoh : 'z' 'p' "Hello world" "How do you do?" Untuk karakter tunggal dituliskan diantara kutip tunggal (') dan untuk untaian beberapa karakter, dituliskan diantara kutip ganda ("). Konstanta karakter dan string memiliki beberapa hal khusus, seperti escape codes. \n newline \r carriage return \t tabulation \v vertical tabulation \b backspace \f page feed \a alert (beep) \' single quotes (') \" double quotes (") \? question (?) \\ inverted slash (\) Contoh : '\n' '\t' "Left \t Right" "one\ntwo\nthree" Sebagai tambahan, kita dapat menuliskan karakter apapun dengan menuliskan yang diikuti dengan kode ASCII, mengekspresikan sebagai octal (contoh, \23 atau \40) maupun heksadesimal (contoh, \x20 atau \x4A). Konstanta Define (#define) Kita dapat mendefinisikan sendiri nama untuk konstanta yang akan kita pergunakan, dengan menggunakan preprocessor directive #define. Dengan format : #define identifier value Contoh : #define PI 3.14159265 #define NEWLINE '\n' #define WIDTH 100 Setelah didefinisikan seperti diatas, maka kita dapat menggunakannya pada seluruh program yang kita buat, contoh : circle = 2 * PI * r; cout << width =" 100;" tab =" '\t';" zip =" 12440;" a =" 5;" a =" 10;" b =" 4;" a =" b;" b =" 7;" a =" 2" b =" 5);" b =" 5;" a =" 2">>=, <<=, &=, ^=, |=) contoh : value += increase; equivalen dengan value = value + increase; a -= 5; equivalen dengan a = a - 5; a /= b; equivalen dengan a = a / b; price *= units + 1; equivalen dengan price = price * (units + 1); Increase (++) and decrease (--). Contoh : a++; a+=1; a=a+1; Contoh diatas adalah equivalen secara fungsional. Nilai a dikurangi 1. Operator Increase dan Decrease dapat digunakan sebagai prefix atau suffix. Dengan kata lain dapat dituliskan sebelum identifier variabel (++a) atau sesudahnya (a++). operator increase yang digunakan sebagai prefix (++a), Perbedaannya terlihat pada tabel dibawah ini : Example 1 Example 2 B=3; A=++B; // A is 4, B is 4 B=3; A=B++; // A is 3, B is 4 Pada contoh 1, B ditambahkan sebelum nilainya diberikan ke A. Sedangkan contoh 2, Nilai B diberikan terlebih dahulu ke A dan B ditambahkan kemudian. Relational operators ( ==, !=, >, <, >=, <= ) Untuk mengevaluasi antara 2 ekspresi, dapat digunakan operator Relasional. Hasil dari operator ini adalah nilai bool yaitu hanya berupa true atau false, atau dapat juga dalam nilai int, 0 untuk mereprensentasikan "false" dan 1 untuk merepresentasikan "true". Operator-operator relasional pada C++ : == Equal != Different > Greater than < Less than >= Greater or equal than <= Less or equal than Contoh : (7 == 5) would return false. (5 > 4) would return true. (3 != 2) would return true. (6 >= 6) would return true. (5 < a="2," b="3" c="6" a ="="">= c) would return true since (2*3 >= 6) is it. (b+4 > a*c) would return false since (3+4 > 2*6) is it. ((b=2) == a) would return true. Logic operators ( !, &&, || ). Operator ! equivalen dengan operasi boolean NOT, hanya mempunyai 1 operand, berguna untuk membalikkan nilai dari operand yang bersangkutan. Contoh : !(5 == 5) returns false because the expression at its right (5 == 5) would be true. !(6 <= 4) returns true because (6 <= 4) would be false. !true returns false. !false returns true. operator Logika && dan || digunakan untuk mengevaluasi 2 ekspresi dan menghasilkan 1 nilai akhir. mempunyai arti yang sama dengan operator logika Boolean AND dan OR. Contoh : First Operand a Second Operand b result a && b result a || b true true true true true false false true false true false true false false false false Contoh : ( (5 == 5) && (3 > 6) ) returns false ( true && false ). ( (5 == 5) || (3 > 6)) returns true ( true || false ). Conditional operator ( ? ). operator kondisional mengevaluasi ekspresi dan memberikan hasil tergantung dari hasil evaluasi (true atau false). Sintaks : condition ? result1 : result2 Jika kondisi true maka akan menghasilkan result1, jika tidak akan menghasilkan result2. 7==5 ? 4 : 3 returns 3 since 7 is not equal to 5. 7==5+2 ? 4 : 3 returns 4 since 7 is equal to 5+2. 5>3 ? a : b returns a, since 5 is greater than 3. a>b ? a : b returns the greater one, a or b. Bitwise Operators ( &, |, ^, ~, <<, >> ). Operator Bitwise memodifikasi variabel menurut bit yang merepresentasikan nilai yang disimpan, atau dengan kata lain dalam representasi binary. op asm Description & AND Logical AND | OR Logical OR ^ XOR Logical exclusive OR ~ NOT Complement to one (bit inversion) << SHL Shift Left >> SHR Shift Right Explicit type casting operators Type casting operators memungkinkan untuk mengkonversikan tipe data yang sudah diberikan ke tipe data yang lain. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam C++, yang paling popular yaitu tipe baru dituliskan dalam tanda kurung () contoh: int i; float f = 3.14; i = (int) f; Contoh diatas, mengkonversikan nilai 3.14 menjadi nilai integer (3). Type casting operator yang digunakan (int). Cara lainnya : i = int ( f ); sizeof() Operator ini menerma 1 parameter, dapat berupa type variabel atau variabel itu sendiri dan mengembalikan ukurannya type atau object tersebut dalam bytes : a = sizeof (char); Contoh diatas akan memberikan nilai 1ke a karena char adalah tipe data dengan panjang 1 byte. Nilai yang diberikan oleh sizeof bersifat konstsn constant. Prioritas pada operator Contoh : a = 5 + 7 % 2 Jawaban dari contoh diatas adalah 6. Dibawah ini adalah prioritas operator dari tinggi ke rendah : Priority Operator Description Associativity 1 :: scope Left 2 () [ ] -> . sizeof Left 3 ++ -- increment/decrement Right ~ Complement to one (bitwise) ! unary NOT & * Reference and Dereference (pointers) (type) Type casting + - Unary less sign 4 * / % arithmetical operations Left 5 + - arithmetical operations Left 6 << >> bit shifting (bitwise) Left 7 < <= > >= Relational operators Left 8 == != Relational operators Left 9 & ^ | Bitwise operators Left 10 && || Logic operators Left 11 ?: Conditional Right 12 = += -= *= /= %= >>= <<= &= ^= |= Assignation Right 13 , Comma, Separator Left Komunikasi melalui console Console merupakan interface dasar pada computers, biasanya berupa keyboard dan monitor. Keyboard merupakan alat input standar dan monitor adalah alat output standar. Dalam library iostream C++ , standard operasi input dan output untuk pemrograman didukung oleh 2 data streams: cin untuk input dan cout untuk output. Juga, cerr dan clog sebagai tambahan untuk output streams yang di desain khusus untuk menampilkan error messages. Dapat diarahkan langsung ke standard output maupun ke log file. Biasanya cout (standard output stream) ditujukan untuk monitor dan cin (standard input stream) ditujukan untuk keyboard. Dengan menggunakan dua streams ini, maka kita dapat berinteraksi dengan user dengan menampilkan messages pada monitor dan menerima input dari keyboard. Output (cout) Penggunaan cout stream dhubungkan dengan operator overloaded << (Sepasang tanda "less than"). Contoh : cout << "Output sentence"; // prints Output sentence on screen cout << age =" 24" zipcode =" 90064">>) pada cin stream. Harus diikuti bengan variable yang akan menyimpan data. Contoh : int age; cin >> age; Contoh diatas mendeklarasikan variabel age dengan tipe int dan menunggu input dari cin (keyborad) untuk disimpan di variabel age. cin akan memproses input dari keyboard sekali saja dan tombol ENTER harus ditekan. Contoh : // i/o example #include int main () { int i; cout << "Please enter an integer value: "; cin >> i; cout << "The value you entered is " <<>> a >> b; Equivalen dengan : cin >> a; cin >> b; Dalam hal ini data yang di input harus 2, satu untuk variabel a dan lainnya untuk variabel b yang penulisannya dipisahkan dengan : spasi, tabular atau newline. Struktur Kontrol Sebuah program biasanya tidak terbatas hanya pada intruksi yang terurut saja, tetapi juga memungkinkan terjadinya percabangan, perulangan dan pengambilan keputusan. Untuk mengatasi kebutuhan itu C++ menyediakan struktur kontrol yang dapat menangani hal-hal tersebut. Untuk membahas hal tersebut diatas, akan ditemui istilah block of instructions. Blok instruksi adalah sekumpulan instruksi yang dibatasi dengan tanda semicolon (;) tetapi dikelompokan dalam satu blok yang dibatasi dengan kurung kurawal { }. Struktur Kondisional : if and else Digunakan untuk mengeksekusi sebuah atau satu blok instruksi jika kondisi terpenuhi, sintaks: if (condition) statement condition merupakan ekspresi yang dievaluasi. Jika kondisi bernilai true, maka statement akan dijalankan. Jika false, maka statement akan diabaikan dan program menjalankan instruksi selanjutnya. Contoh, Akan tercetak x is 100 jika nilai yang disimpan pada variable x adalah 100: if (x == 100) cout << "x is 100"; Jika ada lebih dari satu instruksi yang akan dijalankan maka harus dibuat dalam blok instruksi dengan menggunakan tanda kurung kurawal { }: if (x == 100) { cout << "x is "; cout << x ="=""> 0) cout << "x is positive"; else if (x <> int main () { int n; cout << "Enter the starting number > "; cin >> n; while (n>0) { cout <<> 8 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1, FIRE! Algoritma program dimulai dari main : 1. User meng-input nilai untuk n. 2. Instrukti while mengevaluasi apakah (n>0). Ada dua kemungkinan : true: meng-eksekusi statement (step 3,) false: melompati statement. lanjut ke step 5.. 3.Mengeksekusi statement : cout <<> int main () { unsigned long n; do { cout << "Enter number (0 to end): "; cin >> n; cout << "You entered: " <<> int main () { for (int n=10; n>0; n--) { cout << n="0," i="100" n =" 0" i =" 100,"> int main () { int n; for (n=10; n>0; n--) { cout << n="="3)"> int main () { for (int n=10; n>0; n--) { if (n==5) continue; cout <<> int main () { int n=10; loop: cout <<>0) goto loop; cout << "FIRE!"; return 0; } Output : 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1, FIRE! Struktur Seleksi : switch. Instruksi switch digunakan untuk membandingkan beberapa nilai konstan yang mungkin untuk sebuah ekspresi, hampir sama dengan if dan else if. Bentuk umumnya : switch (expression) { case constant1: block of instructions 1 break; case constant2: block of instructions 2 break; . . . default: default block of instructions } switch meng-evaluasi expression dan memeriksa apakah equivalen dengan constant1, jika ya, maka akan meng-eksekusi block of instructions 1 sampai terbaca keyword break, kemudian program akan lompat ke akhir dari stuktur selektif switch. Jika expression tidak sama dengan constant1, maka akan diperiksa apakah expression equivalen dengan constant2. jika ya, maka akan dieksekusi block of instructions 2 sampai terbaca break. Begitu seterusnya, jika tidak ada satupun konstanta yang sesuai maka akan mengeksekusi default: contoh : switch example switch (x) { case 1: cout << "x is 1"; break; case 2: cout << "x is 2"; break; default: cout << "value of x unknown"; } if-else equivalent if (x == 1) { cout << "x is 1"; } else if (x == 2) { cout << "x is 2"; } else { cout << "value of x unknown"; } Function Function adalah satu blok instruksi yang dieksekusi ketika dipanggil dari bagian lain dalam suatu program. Format dari function : type name ( argument1, argument2, ...) statement Dimana : • type, adalah tipe dari data yang akan dikembalikan/dihasilkan oleh function. • name, adalah nama yang memungkinkan kita memanggil function. • arguments (dispesifikasikan sesuai kebutuhan). Setiap argumen terdiri dari tipe data diikuti identifier, seperti deklarasi variable (contoh, int x) dan berfungsi dalam function seperti variable lainnya. Juga dapat melakukan passing parameters ke function itu ketika dipanggil. Parameter yang berbeda dipisahkan dengan koma. • statement, merupakan bagian badan suatu function. Dapat berupa instruksi tunggal maupun satu blok instruksi yang dituliskan diantara kurung kurawal {}. Contoh function 1 : Output : // function example The result is 8 #include int addition (int a, int b) { int r; r=a+b; return (r); } int main () { int z; z = addition (5,3); cout << "The result is " << r="a+b;,"> int subtraction (int a, int b) { int r; r=a-b; return (r); } int main () { int x=5, y=3, z; z = subtraction (7,2); cout << "The first result is " << z=" 4" z =" subtraction" z =" 4" z =" subtraction"> I'm a function! void dummyfunction (void) { cout << "I'm a function!"; } int main () { dummyfunction (); return 0; } Walaupun pada C++ tidak diperlukan men-spesifikasikan void, hal itu digunakan untuk mengetahui bahwa fungsi tersebut tidak mempunyai argumen, atau parameter dan lainnya. Maka dari itu pemanggilan terhadap fungsinya dituliskan : dummyfunction (); Argument passed by value dan by reference. Parameter yang diberikan ke fungsi masih merupakan passed by value. Berarti, ketika memanggil sebuah fungsi, yang diberikan ke fungsi adalah nilainya, tidak pernah men-spesifikasikan variablenya. Sebagai Contoh, pemanggilan fungsi addition, menggunakan perintah berikut : int x=5, y=3, z; z = addition ( x , y ); Yang berarti memanggil fungsi addition dengan memberikan nilai dari x dan y, yaitu 5 dan 3, bukan variabelnya. Tetapi, dapat juga memanipulasi dari dalam fungsi, nilai dari variable external. Untuk hal itu, digunakan argument passed by reference, Contoh : // passing parameters by reference #include void duplicate (int& a, int& b, int& c) { a*=2; b*=2; c*=2; } int main () { int x=1, y=3, z=7; duplicate (x, y, z); cout << "x=" << y=" << y << " z="" x="2," y="6," z="14"> void prevnext (int x, int& prev, int& next) { prev = x-1; next = x+1; } int main () { int x=100, y, z; prevnext (x, y, z); cout << "Previous=" << next="" previous="99," next="101"> int divide (int a, int b=2) { int r; r=a/b; return (r); } int main () { cout <<> int divide (int a, int b) { return (a/b); } float divide (float a, float b) { return (a/b); } int main () { int x=5,y=2; float n=5.0,m=2.0; cout << 1 =" 120"> long factorial (long a) { if (a > 1) return (a * factorial (a-1)); else return (1); } int main () { long l; cout << "Type a number: "; cin >> l; cout << "!" << 9 =" 362880"> void odd (int a); void even (int a); int main () { int i; do { cout << "Type a number: (0 to exit)"; cin >> i; odd (i); } while (i!=0); return 0; } void odd (int a) { if ((a%2)!=0) cout << "Number is odd.\n"; else even (a); } void even (int a) { if ((a%2)==0) cout << "Number is even.\n"; else odd (a); } Output : Type a number (0 to exit): 9 Number is odd. Type a number (0 to exit): 6 Number is even. Type a number (0 to exit): 1030 Number is even. Type a number (0 to exit): 0 Number is even. Contoh diatas tidak menjelaskan tentang efektivitas program tetapi bagaimana prototyping dilaksanakan. Perhatikan prototype dari fungsi odd dan even: void odd (int a); void even (int a); Memungkinkan fungsi ini dipergunakan sebelum didefinisikan. Hal lainnya mengapa program diatas harus memiliki sedikitnya 1 fungsi prototype, karena fungsi dalam odd terdapat pemanggilan fungsi even dan dalam even terdapat pemanggilan fungsi odd. Jika tidak satupun dari fungsi tersebut dideklarasikan sebelumnya, maka akan terjadi error. Arrays Array adalah himpunan elemen (variable) dengan tipe yang sama dan disimpan secara berurutan dalam memory yang ditandai dengan memberikan index pada suatu nama variable. Contohnya, kita dapat menyimpan 5 nilai dengan tipe int tanpa harus mendeklarasikan 5 identifier variabel yang berbeda. Perhatikan contoh dibawah ini : Bagian kosong diatas merepresentasikan elemen array, dalam kasus ini adalah nilai integer. Angka 0 - 4 merupakan index dan selalu dimulai dari 0. Seperti penggunaan variable pada umumnya, array harus dideklarasikan terlebih dahulu, dengan format sbb : type name [elements]; Maka contoh array diatas dideklarasikan sbb : int billy [5]; Inisialisasi array Ketika mendeklarasikan array lokal (didalam fungsi), jika tidak diberikan nilai maka isi dari array tidak akan ditentukan (undetermined) sampai nilai diberikan. Jika mendeklarasikan array global array (diluar semua fungsi) maka isi dari array akan di-iniisialisasikan sebagai 0 : int billy [5]; maka setiap elemen array billy akan di-inisialisasikan sebagai 0 : Atau dideklarasikan dengan memberikan nilai array yang dituliskan dalam kurung kurawal : int billy [5] = { 16, 2, 77, 40, 12071 }; Maka elemen array billy akan berisi : Access to the values of an Array. Nilai array dapat diakses secara individual, dengan format : name[index] Maka dari contoh sebelumnya nama yang digunakan untuk mengakses masing-masing elemen: Misalkan akan disimpan nilai 75 pada elemen ketiga, maka intruksinya : billy[2] = 75; Dan jika nilai elemen ketiga tadi akan diberikan ke variable a, maka dapat dituliskan: a = billy[2]; Contoh : Output : // arrays example 12206 #include int billy [] = {16, 2, 77, 40, 12071}; int n, result=0; int main () { for ( n=0 ; n<5> #define WIDTH 5 #define HEIGHT 3 int jimmy [HEIGHT][WIDTH]; int n,m; int main () { for (n=0;n #define WIDTH 5 #define HEIGHT 3 int jimmy [HEIGHT * WIDTH]; int n,m; int main () { for (n=0;n void printarray (int arg[], int length) { for (int n=0; n #include int main () { char szMyName [20]; strcpy (szMyName,"J. Soulie"); cout <<> harus disertakan agar bisa menggunakan fungsi strcpy. Bisa juga menggunakan fungsi sederhana seperti setstring, dengan operasi yang sama seperti strcpy. Contoh : Output : // setting value to string J. Soulie #include void setstring (char szOut [], char szIn []) { int n=0; do { szOut[n] = szIn[n]; } while (szIn[n++] != '\0'); } int main () { char szMyName [20]; setstring (szMyName,"J. Soulie"); cout << delimiter =" '"> int main () { char mybuffer [100]; cout << "What's your name? "; cin.getline (mybuffer,100); cout << "Hello " <<>> mybuffer; Instruksi diatas dapat berjalan, hanya saja mempunyai keterbatasan bila dibandingkan dengan cin.getline, diantaranya : • Dapat menerima 1 kata saja (bukan kalimat lengkap). • Tidak diperkenankan untuk memberikan ukuran buffer. Akan menyebabkan program tidak stabil jika user meng-input lebih besar dari kapasitas array yang ada. Konversi string ke tipe lainnya String dapat berisi data dengan tipe lain seperti angka. Contoh "1977". cstdlib (stdlib.h) library menyediakan 3 fungsi yang dapat menangani hal tersebut : • atoi: converts string to int type. • atol: converts string to long type. • atof: converts string to float type. Fungsi-fungsi ini menerima 1 parameter dan mengembalikan nilainya kedalam tipe yang diminta (int, long or float). Fungsi ini dikombinasikan dengan metode getline pada cin. Contoh : Output : // cin and ato* functions Enter price: 2.75 #include Enter quantity: 21 #include Total price: 57.75 int main () { char mybuffer [100]; float price; int quantity; cout << "Enter price: "; cin.getline (mybuffer,100); price = atof (mybuffer); cout << "Enter quantity: "; cin.getline (mybuffer,100); quantity = atoi (mybuffer); cout << "Total price: " << ted =" &andy;" andy =" 25;" fred =" andy;" ted =" &andy;" beth =" *ted;" beth =" 25," andy ="="" andy ="="" ted ="="" ted ="="" andy="25;." ted =" &andy;." ted ="=""> int main () { int value1 = 5, value2 = 15; int * mypointer; mypointer = &value1; *mypointer = 10; mypointer = &value2; *mypointer = 20; cout << "value1==" << value2="="" value1="="10" value2="="20"> int main () { int value1 = 5, value2 = 15; int *p1, *p2; p1 = &value1; // p1 = address of value1 p2 = &value2; // p2 = address of value2 *p1 = 10; // value pointed by p1 = 10 *p2 = *p1; // value pointed by p2 = value pointed by p1 p1 = p2; // p1 = p2 (value of pointer copied) *p1 = 20; // value pointed by p1 = 20 cout << "value1==" << value2="="" value1="="10" value2="="20" p =" numbers;" numbers =" p;"> int main () { int numbers[5]; int * p; p = numbers; *p = 10; p++; *p = 20; p = &numbers[2]; *p = 30; p = numbers + 3; *p = 40; p = numbers; *(p+4) = 50; for (int n=0; n<5; tommy =" &number;" tommy =" &number;" terry = "hello" p =" *q;"> void increase (void* data, int type) { switch (type) { case sizeof(char) : (*((char*)data))++; break; case sizeof(short): (*((short*)data))++; break; case sizeof(long) : (*((long*)data))++; break; } } int main () { char a = 5; short b = 9; long c = 12; increase (&a,sizeof(a)); increase (&b,sizeof(b)); increase (&c,sizeof(c)); cout << (int) a << ", " <<> int addition (int a, int b) { return (a+b); } int subtraction (int a, int b) { return (a-b); } int (*minus)(int,int) = subtraction; int operation (int x, int y, int (*functocall)(int,int)) { int g; g = (*functocall)(x,y); return (g); } int main () { int m,n; m = operation (7, 5, addition); n = operation (20, m, minus); cout < #include #include struct movies_t { char title [50]; int year; } mine, yours; void printmovie (movies_t movie); int main () { char buffer [50]; strcpy (mine.title, "2001 A Space Odyssey"); mine.year = 1968; cout << "Enter title: "; cin.getline (yours.title,50); cout << "Enter year: "; cin.getline (buffer,50); yours.year = atoi (buffer); cout << "My favourite movie is:\n "; printmovie (mine); cout << "And yours:\n "; printmovie (yours); return 0; } void printmovie (movies_t movie) { cout <<> #include #define N_MOVIES 5 struct movies_t { char title [50]; int year; } films [N_MOVIES]; void printmovie (movies_t movie); int main () { char buffer [50]; int n; for (n=0; n #include struct movies_t { char title [50]; int year; }; int main () { char buffer[50]; movies_t amovie; movies_t * pmovie; pmovie = & amovie; cout << "Enter title: "; cin.getline (pmovie->title,50); cout << "Enter year: "; cin.getline (buffer,50); pmovie->year = atoi (buffer); cout << "\nYou have entered:\n"; cout <<>title; cout << " (" <<>year << ")\n"; return 0; } Output : Enter title: Matrix Enter year: 1999 You have entered: Matrix (1999) Operator -> merupakan operator penunjuk yang digunakan secara khusus bersama dengan pointer untuk struktur dan pointer untuk class. Memungkinkan kita untuk tidak menggunakan tanda kurung pada setiap anggota struktur yang ditunjuk. Dalam contoh digunakan : pmovie->title Atau dalam penulisan yang lain : (*pmovie).title Kedua ekspresi tersebut diatas : pmovie->title dan (*pmovie).title benar dan berarti evaluasi elemen title dari struktur yang ditunjuk (pointed by) pmovie. Harus dibedakan dari : *pmovie.title Yang ekuivalen dengan : *(pmovie.title) Dibawah ini merupaka tabel rangkuman, kombinasi yang mungkin terjadi antara pointer dan struktur : Expression Description Equivalent pmovie.title Element title of structure pmovie pmovie->title Element title of structure pointed by pmovie (*pmovie).title *pmovie.title Value pointed by element title of structure pmovie *(pmovie.title) Nesting structures Struture juga dapat berbentuk nested (bersarang) sehingga suatu elemen dari suatu struktur dapat menjadi elemen pada struktur yang lain : struct movies_t { char title [50]; int year; } struct friends_t { char name [50]; char email [50]; movies_t favourite_movie; } charlie, maria; friends_t * pfriends = &charlie; Setelah deklarasi diatas, dapat digunakan ekspresi sbb : charlie.name maria.favourite_movie.title charlie.favourite_movie.year pfriends->favourite_movie.year (Dimana 2 ekspresi terakhir ekuivalen) User defined data types Definition of own types (typedef). C++ memungkinkan kita untuk mendefinisikan tipe berdasarkan tipe data yang sudah ada. Untuk itu digunakan keyword typedef, dengan format : typedef existing_type new_type_name ; dimana existing_type adalah tipe data dasar pada C++ dan new_type_name adalah nama dari tipe baru yang didefinisikan. Contoh : typedef char C; typedef unsigned int WORD; typedef char * string_t; typedef char field [50]; Contoh diatas telah mendefinisikan empat tipe data baru : C, WORD, string_t dan field sebagai char, unsigned int, char* dan char[50] yang akan digunakan nanti seperti berikut : C achar, anotherchar, *ptchar1; WORD myword; string_t ptchar2; field name; Union Union memungkinkan bagian dari memory dapat diakses sebagai tipe data yang berbeda, walaupun pada dasarnya mereka berada pada lokasi yang sama di memory. Pendeklarasian dan penggunaanya hampir sama dengan struktur tetapi secara fungsional berbeda : union model_name { type1 element1; type2 element2; type3 element3; . . } object_name; Semua elemen pada deklarasi union declaration menempati tempat yang sama dimemory. Ukuran yang digunakan diambil dari tipe yang paling besar. Contoh : union mytypes_t { char c; int i; float f; } mytypes; Mendefinisikan tiga elemen : mytypes.c mytypes.i mytypes.f Tiap data memiliki tipe yang berbeda, karena menempati lokasi yang sama dmemory, maka perubahan terhadap satu elemen akan mempengaruhi elemen yang lain. Salah satu kegunaan union, memungkinkan untuk menggabungkan tipe dasar dengan suatu array atau struktur dari elemen yang lebih kecil. Contoh : union mix_t{ long l; struct { short hi; short lo; } s; char c[4]; } mix; Mendefinisikan tiga nama yang memungkinkan kita untuk mengakses grup 4 bytes yang sama : mix.l, mix.s dan mix.c dan dapat digunakan menutut bagaimana kita akan mengaksesnya, sebagai long, short atau char. Tipe data yang sudah digabungkan, arrays dan structures dalam suatu union, maka dibawah ini merupakan cara pengakses-an yang berbeda : Anonymous unions Pada C++ terdapat option unions tanpa nama (anonymous union). Jika disertakan union dalam structure tanpa nama objek(yang dituliskan setelah kurung kurawal { }) maka union akan tidak memiliki nama dan kita dapat mengakses elemennya secara langsung dengan namanya. Contoh: union struct { char title[50]; char author[50]; union { float dollars; int yens; } price; } book; anonymous union struct { char title[50]; char author[50]; union { float dollars; int yens; }; } book; Perbedaan deklarasi diatas adalah program pertama diberi nama pada union (price) dan yang kedua tidak. Pada saat mengakses anggota dollars dan yens dari objek. Pada program pertama : book.price.dollars book.price.yens Sedangkan untuk program kedua : book.dollars book.yens Classes Class adalah metode logical untuk organisasi data dan fungsi dalam struktur yang sama. Class dideklarasikan menggunakan keyword class, yang secara fungsional sama dengan keyword struct, tetapi dengan kemungkinan penyertaan fungsi sebagai anggota, formatnya sbb : class class_name { permission_label_1: member1; permission_label_2: member2; ... } object_name; Dimana class_name adalah nama class(user defined type) dan field optional object_name adalah satu atau beberapa identifier objek yang valid. Body dari deklarasi berisikan members, yang dapat berupa data ataupun deklarasi fungsi, dan permission labels (optional), dapat berupa satu dari tiga keyword berikut : private:, public: atau protected:. Digunakan untuk menentukan batasan akses terhadap members yang ada : • private , anggota class dapat diakses dari danggota lain pada kelas yang sama atau dari class "friend". • protected , anggota dapat diakses dari anggota class yang sama atau class friend , dan juga dari anggota class turunannya(derived). • public , anggota dapat diakses dari class manapun. Default permission label : private Contoh : class CRectangle { int x, y; public: void set_values (int,int); int area (void); } rect; Deklarasi class CRectangle dan object bernama rect. Class ini berisi empat anggota: dua variable bertipe int (x and y) pada bagian private (karena private adalah default permission) dan dua fungsi pada bagian public : set_values() dan area(), dimana hanya dideklarasikan propotype_nya. Perhatikan perbedaan antara nama classdan nama object. Pada contoh sebelumnya CRectangle adalah nama class(contoh, user-defined type), dan rect adalah object dari tipe CRectangle. Sama halnya dengan deklarasi berikut : int a; int adalah nama class (type) dan a adalah nama object(variable). Contoh : // classes example #include class CRectangle { int x, y; public: void set_values (int,int); int area (void) {return (x*y);} }; void CRectangle::set_values (int a, int b) { x = a; y = b; } int main () { CRectangle rect; rect.set_values (3,4); cout << "area: " <<> class CRectangle { int x, y; public: void set_values (int,int); int area (void) {return (x*y);} }; void CRectangle::set_values (int a, int b) { x = a; y = b; } int main () { CRectangle rect, rectb; rect.set_values (3,4); rectb.set_values (5,6); cout << "rect area: " <<> class CRectangle { int width, height; public: CRectangle (int,int); int area (void) {return (width*height);} }; CRectangle::CRectangle (int a, int b) { width = a; height = b; } int main () { CRectangle rect (3,4); CRectangle rectb (5,6); cout << "rect area: " <<> class CRectangle { int *width, *height; public: CRectangle (int,int); ~CRectangle (); int area (void) {return (*width * *height);} }; CRectangle::CRectangle (int a, int b) { width = new int; height = new int; *width = a; *height = b; } CRectangle::~CRectangle () { delete width; delete height; } int main () { CRectangle rect (3,4), rectb (5,6); cout << "rect area: " << a="n;" b="m;" c="a*b;" a="rv.a;" b="rv.b;" c="rv.c;"> class CRectangle { int width, height; public: CRectangle (); CRectangle (int,int); int area (void) {return (width*height);} }; CRectangle::CRectangle () { width = 5; height = 5; } CRectangle::CRectangle (int a, int b) { width = a; height = b; } int main () { CRectangle rect (3,4); CRectangle rectb; cout << "rect area: " <<> class CRectangle { int width, height; public: void set_values (int, int); int area (void) {return (width * height);} friend CRectangle duplicate (CRectangle); }; void CRectangle::set_values (int a, int b) { width = a; height = b; } CRectangle duplicate (CRectangle rectparam) { CRectangle rectres; rectres.width = rectparam.width*2; rectres.height = rectparam.height*2; return (rectres); } int main () { CRectangle rect, rectb; rect.set_values (2,3); rectb = duplicate (rect); cout <<> class CSquare; class CRectangle { int width, height; public: int area (void) {return (width * height);} void convert (CSquare a); }; class CSquare { private: int side; public: void set_side (int a) {side=a;} friend class CRectangle; }; void CRectangle::convert (CSquare a) { width = a.side; height = a.side; } int main () { CSquare sqr; CRectangle rect; sqr.set_side(4); rect.convert(sqr); cout <<> class CPolygon { protected: int width, height; public: void set_values (int a, int b) { width=a; height=b;} }; class CRectangle: public CPolygon { public: int area (void) { return (width * height); } }; class CTriangle: public CPolygon { public: int area (void) { return (width * height / 2); } }; int main () { CRectangle rect; CTriangle trgl; rect.set_values (4,5); trgl.set_values (4,5); cout << operator="()"> class mother { public: mother () { cout << "mother: no parameters\n"; } mother (int a) { cout << "mother: int parameter\n"; } }; class daughter : public mother { public: daughter (int a) { cout << "daughter: int parameter\n\n"; } }; class son : public mother { public: son (int a) : mother (a) { cout << "son: int parameter\n\n"; } }; int main () { daughter cynthia (1); son daniel(1); return 0; } Output : mother: no parameters daughter: int parameter mother: int parameter son: int parameter Terlihat perbedaan mana yang merupakan constructor dari mother yang dipanggil ketika objek daughter dibuat dan ketika objek son dibuat. Perbedaannya disebabkan dari deklarasi untuk daughter dan son: daughter (int a) // nothing specified: call default constructor son (int a) : mother (a) // constructor specified: call this one Multiple inheritance Dalam C++ memungkinkan untuk menurunkan field atau method dari satu atau lebih class dengan menggunakan operator koma dalam deklarasi class turunan. Contoh, akan dibuat class untuk menampilkan dilayar (COutput) dan akan diturunkan ke class CRectangle and CTriangle maka dapat dituliskan : class CRectangle: public CPolygon, public COutput { class CTriangle: public CPolygon, public COutput { Contoh : // multiple inheritance #include class CPolygon { protected: int width, height; public: void set_values (int a, int b) { width=a; height=b;} }; class COutput { public: void output (int i); }; void COutput::output (int i) { cout <<>
Langganan:
Komentar (Atom)